Pos Indonesia Raih Penghargaan di Ajang BUMN Brand Award 2020

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 16:03 WIB
PT Pos Indonesia (Persero) meraih penghargaan Brand Strength, Social Economy Contribution di ajang BUMN Brand Award 2020 Millenials Choice.
Foto: Dok. Pos Indonesia
Jakarta -

PT Pos Indonesia (Persero) meraih penghargaan 'Brand Strength, Social Economy Contribution' di ajang BUMN Brand Award 2020 'Millenial's Choice' yang diselenggarakan oleh Iconomics dan Radio Republik Indonesia (RRI) dengan predikat Gold Winner. Ini merupakan tahun kedua Iconomics menggelar BUMN Brand Award, sebagai ajang apresiasi kepada perusahaan BUMN.

VP Product Management dan Marketing PT Pos Indonesia (Persero) Tata Sugiarta menjelaskan predikat tertinggi (Gold) yang diterima oleh Pos Indonesia di ajang BUMN Brand Award 2020, merupakan suatu kehormatan dan apresiasi atas kepuasan pelanggan terhadap Pos Indonesia. Ia pun mengatakan penghargaan ini akan mendorong Pos Indonesia untuk lebih meningkatkan pelayanan ke depannya.

"Kami merasa terhormat untuk dapat menerima penghargaan ini. Tentunya kami juga berterima kasih kepada para pelanggan, mitra bisnis serta seluruh insan pos atas kepercayaan dan dukungannya yang telah menjadikan Pos Indonesia sebagai salah satu BUMN yang dipercaya telah memberikan kontribusi besar dalam bidang sosial," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020).

Tata mengungkapkan berbeda dengan tahun sebelumnya, acara tahun ini digelar secara virtual. Menurutnya BUMN Brand Award merupakan ajang apresiasi kepada BUMN yang berhasil menjadi pemimpin pasar di tengah industri yang kompetitif dan berhasil membangun brand yang konsisten dalam menjaga kepuasan pelanggan serta telah memberikan kontribusi sosial ekonomi kepada masyarakat.

"Dalam BUMN Brand Award 2020, perusahaan-perusahaan BUMN akan dilihat dari 4 indikator, yaitu indikator Market Dominance, Brand Strength, Customer Satisfaction dan Social Economy Contribution," ungkapnya.

Tata menjelaskan dalam Market Dominance yang akan dilihat adalah jumlah penggunaan produk dan jasa perusahaan BUMN yang disurvei. Adapun Brand Strength menyangkut jumlah responden yang mengetahui keberadaan brand

"Iconomics juga melihat aspek Customer Satisfaction yang dilihat dari penilaian responden terhadap kualitas layanan brand perusahaan-perusahaan BUMN. Aspek lainnya yang dilihat mengenai persepsi responden perusahaan BUMN dalam kontribusinya di bidang sosial dan ekonomi," pungkasnya.

(akn/ega)