Round-Up

Renovasi Lift Berujung Kebakaran Bikin Khawatir Anggota Dewan

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 06:18 WIB
Teuku Agam Saifudi
Foto: Lift Gedung DPR yang sempat terbakar. (Zhacky/detikcom).
Jakarta -

Peristiwa terbakarnya lift di Gedung Nusantara I Kompleks DPR/MPR menyisakan kekhawatiran anggota dewan. Para wakil rakyat itu menilai ada kelalaian dalam proyek peremajaan lift kompleks parlemen itu.

Kebakaran hebat lift anggota DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, terjadi pada Selasa (29/9). Kebakaran terjadi dari proyek peremajaan lift. Ada tumpukan kabel yang terciprat alat las. Hal tersebut menimbulkan asap menyebar hingga ke lorong-lorong gedung DPR RI.

Pimpinan DPR pun menyoroti kinerja kontraktor yang melakukan proyek peremajaan lift di gedung DPR itu. Pengerjaan renovasi lift dinilai ada kecerobohan sehingga menyebabkan adanya kebakaran.

"Itu kan dalam rangka renovasi lift, ngelas-ngelas. Rupanya ngelas-ngelas itu kabelnya keleleran, kebakaran," ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan.

"Memang ceroboh sih itu," imbuh Ketua Harian Gerindra itu.

Sementara itu Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta agar proses peremajaan lift kemarin dipantau. Ia menyoroti soal faktor keamanan dalam proyek renovasi Gedung DPR.

"Ya memang proyek untuk meningkatkan kualitas (lift) betul-betul harus dipantau. Faktor keamanannya itu, para pekerja harus diutamakan. Karena ini kantor tinggi ya. Jadi menurut saya, itu harus jadi pertimbangan juga," kata Saleh di kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Elite PAN ini juga menyarankan agar ada pemeriksaan rutin apabila lift tersebut sudah selesai diperbaiki. Sebab, Saleh mengkhawatirkan keamanan lift itu.

"Dan setelah (lift) jadi, pengecekan rutin harus dilakukan secara beberapa minggu sekali. Karena kita tidak mau juga lift-liftnya itu malah tidak standar dan tidak aman. Karena bayangin kan kalau tidak aman, kan takut untuk naik ke situ," ucapnya.

Saleh juga menyoroti soal transparansi anggaran dalam proyek peremajaan lift di gedung Nusantara I DPR RI. Menurutnya, anggaran tersebut harus transparan ke publik.

"Iya dong, harus transparan. Kalau misalnya ada perbaikan-perbaikan, harus transparan. Kalau perlu, ada akuntan publik yang mendampingi sehingga dengan demikian kita tidak lagi ada kecurigaan yang berlebihan dari masyarakat terkait itu," kata Saleh.

Lift gedung Nusantara 1 DPR sempat terbakar hebat (Dok. Istimewa).Lift gedung Nusantara 1 DPR sempat terbakar hebat (Dok. Istimewa).

Kebakaran lift di Gedung Nusantara I juga menyisakan dampak psikologis bagi anggota dewan. Apalagi peristiwa itu terjadi hanya selang beberapa hari setelah ada peristiwa padamnya listrik di kompleks parlemen yang sempat menyebabkan ada sejumlah orang terjebak di dalam lift.

"Kejadian lift terbakar dan matinya listrik di gedung DPR kemarin bukan saja mengganggu pelaksanaan tugas kami sebagai anggota DPR, tapi menimbulkan dampak psikologis tersendiri. Saya membayangkan orang-orang yang terjebak dalam lift ketika listrik mati," ujar Anggota Fraksi PKS Amin Ak.

Wakil rakyat yang bekerja di gedung parlemen ini juga merasa terganggu dan tidak nyaman akibat adanya dua kejadian tersebut. Apalagi ia tidak menyangka peristiwa tersebut akan terjadi di sekitar Kompleks Parlemen.

"Dua kejadian beruntun yaitu listrik padam dan kebakaran lift di gedung DPR kemarin sangat membuat kami merasa sangat tidak nyaman. Sebagai anggota DPR yang baru bertugas selama satu tahun terus terang saya tidak pernah membayangkan hal tersebut akan terjadi," ucap Amin.

"Gedung ini tempat berkantornya para wakil rakyat yang mengemban tugas yang diamanatkan langsung oleh UUD. Ketika sedang menjalankan tugas negara yang sangat penting terganggu oleh hal-hal yang seharusnya tidak layak terjadi," sambungnya.

Amin yang merupakan anggota Komisi VI itu merasakan langsung dampak kebakaran lift. Rapat bersama mitra kerjanya sempat tertunda karena ruangan rapat Komisi VI DPR berada di dekat lift yang terbakar.

"(Rapat) Sempat tertunda kurang lebih 30 menit. Karena peserta rapat pada keluar ingin mengetahui dampak dari kejadian tersebut," ungkap Amin.

Anggota Komisi VI lainnya, Andre Rosiade menilai pihak kontraktor peremajaan lift di Gedung Nusantara I teledor sehingga menimbulkan kebakaran dalam pengerjaannya. Ia juga menyoroti pengerjaan renovasi yang lama.

"Tentu ini bahaya ya, kecerobohan, ketidakhati-hatian dalam bekerja," tutur Andre Rosiade.

Andre yang merupakan anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR itu juga menyoroti lamanya pengerjaan peremajaan lift di DPR tersebut. Renovasi, menurutnya, sudah dikerjakan sejak awal pandemi virus Corona (COVID-19).

"Karena sampai sekarang pengerjaan lift itu kan begitu lama ya, sejak awal COVID, sampai sekarang belum kelar-kelar gitu lho. Lama sekali. Lalu sekarang ditambah kejadian kebakaran ini," terang Andre.

Dia pun mengatakan akan menanyakan perihal ini dalam rapat BURT terdekat. Andre juga menyebut akan meminta agar pihak kontraktor dihadirkan untuk memberi penjelasan.

"Tentu ini kami akan tanyakan dalam rapat BURT nanti. Kita akan minta pihak sekretariat jenderal untuk menghadirkan kontraktor. Kita akan pertanyakan hal itu. Harapannya kita kedua adalah agar perbaikan liftnya lebih cepat lagi," ucap elite Gerindra tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3