Anggap Kontraktor Teledor, Andre: Renovasi Lift DPR Nggak Kelar-kelar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 16:34 WIB
Teuku Agam Saifudi
Lift Gedung Nusantara I yang sempat terbakar. (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade, menilai pihak kontraktor peremajaan lift di Gedung Nusantara I teledor sehingga menimbulkan kebakaran dalam pengerjaannya. Ia juga menyoroti pengerjaan renovasi yang lama.

Saat kebakaran lift, Komisi VI DPR sedang mengadakan rapat dengan mitra kerja, Selasa (29/9/2020). Andre sempat mencium bau sisa kebakaran yang menyebabkan kepulan asap itu.

"Saat saya datang, baunya masih ada tapi asap sudah hilang," ujar Andre kepada detikcom, Rabu (30/9).

Lift Gedung Nusantara I sempat terbakar hebat dipicu alat las yang mengeluarkan percikan api terkena sampah-sampah kabel. Andre menilai pihak kontraktor ceroboh.

"Tentu ini bahaya ya, kecerobohan, ketidakhati-hatian dalam bekerja," tutur elite Gerindra ini.

Andre yang merupakan anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR itu juga menyoroti lamanya pengerjaan peremajaan lift di DPR tersebut. Renovasi, menurutnya, sudah dikerjakan sejak awal pandemi virus Corona (COVID-19).

"Karena sampai sekarang pengerjaan lift itu kan begitu lama ya, sejak awal COVID, sampai sekarang belum kelar-kelar gitu lho. Lama sekali. Lalu sekarang ditambah kejadian kebakaran ini," terang Andre.

Dia pun mengatakan akan menanyakan perihal ini dalam rapat BURT terdekat. Andre juga menyebut akan meminta agar pihak kontraktor dihadirkan untuk memberi penjelasan.

"Tentu ini kami akan tanyakan dalam rapat BURT nanti. Kita akan minta pihak sekretariat jenderal untuk menghadirkan kontraktor. Kita akan pertanyakan hal itu," ucap Andre.

Erick Thohir dan Andre Rosiade/Dok IstimewaAndre Rosiade (Foto: dok. Istimewa)

Rapat yang dimaksud juga bertujuan sebagai evaluasi kontraktor proyek peremajaan lift Gedung DPR. Soal apakah kontraktor perlu diganti atau tidak, Andre akan mengecek soal kontraknya terlebih dahulu.

"Apakah bisa diganti atau tidak, tentu tergantung kontrak dan hasil rapatnya seperti apa. Tapi ini tentu ada unsur keteledoran dan ketidakhati-hatian kontraktor dan perlu dievaluasi. Nanti kita akan minta melalui BURT agar Pak Sekjen menghadirkan kontraknya dulu biar ke depan tidak ada kejadian seperti ini lagi," bebernya.

Andre juga meminta agar pengerjaan renovasi bisa segera rampung.

"Harapannya kita kedua adalah agar perbaikan liftnya lebih cepat lagi," tegas Andre.

Seperti diketahui, lift di Gedung Nusantara I DPR sempat terbakar hebat kemarin. Kebakaran terjadi dari proyek peremajaan lift dengan pihak kontraktor PT Angkasa Pura Solusi (APS). Ada tumpukan kabel yang terciprat alat las. Hal tersebut menimbulkan asap menyebar hingga ke lorong-lorong gedung DPR RI.

Sekjen DPR Indra Iskandar proyek peremajaan lift itu dilakukan sejak Maret 2020. Nantinya, peremajaan lift di Kompleks Parlemen akan dilakukan secara bertahap.

"(Proyek peremajaan) dari 4-5 bulan lalu, Maret-lah. Itu sementara (lift) anggota, nanti bertahap semua akan direnov, itu kan lift-lift lama semua itu," jelas Indra.

Proyek peremajaan lift ditargetkan selesai pada November 2020. Menurut Indra, nantinya proyek itu akan berlanjut untuk lift-lift lain di gedung DPR.

"Sudah (direncanakan), tahun depan juga. Kita bertahap semua diremajakan. November ini selesai, tapi kita usahakan cepat ya, Oktober nanti kita lihat," ujarnya.

Indra menjelaskan anggaran proyek peremajaan lift itu termasuk dalam APBN 2020. Namun, saat disinggung besaran anggaran proyek tersebut, Indra mengaku tidak hafal angkanya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga menilai pihak kontraktor teledor. "Memang ceroboh sih itu," ungkap Dasco, sebelumnya.

(elz/tor)