Sukmawati: Senior PNI Bilang PKI Ideologinya Pancasila, Kenapa Jadi Masalah?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 12:15 WIB
Sukmawati Soekarnoputri
Sukmawati Soekarnoputri. (Foto: Johan 20detik)
Jakarta -

Sukmawati Soekarnoputri bicara soal PKI. Dia mengatakan, berdasarkan pengetahuannya dari para seniornya di Partai Nasional Indonesia (PNI), PKI memiliki ideologi Pancasila.

"Setahu saya, ideologi PKI menurut senior-senior dari tokoh-tokoh PNI waktu itu yang memberikan info ataupun ilmu kepada saya, mereka mengatakan bahwa PKI itu tidak menolak Pancasila. Jadi kalau dibilang PKI itu ideologinya apa sih? Sebetulnya ideologinya ya Pancasila, itu informasi yang dari para tokoh senior yang sudah semuanya tiada. Jadi kenapa mesti jadi masalah? PKI itu ideologinya Pancasila," kata Sukmawati dalam siaran tayangan YouTube Indonesia Lawyers Club, dilihat Rabu (30/9).

Sukmawati menyebut ada perbedaan antara PKI di Indonesia dengan negara lain, seperti di Uni Soviet dan RRT. Menurutnya, paham PKI di dua negara tersebut memang betul-betul berasal dari komunisme dengan partai tunggal.

"Kalau partai tunggal satu komando, partai tunggal harus A ya A, B ya B," ujarnya.

Sukmawati menegaskan lagi bahwa ideologi PKI itu adalah Pancasila. Jadi, lanjut dia, kalau secara ideologi itu masih dipertahankan, ada kemungkinan PKI masih hidup di RI.

"Tapi kalau komunis saya kira karena secara institusi partainya saja sudah bubar, ya sudah nggak ada, secara institusi kepartaian, secara ideologi saya nggak tahu, kalau kader-kader komunis yang undeground juga setuju dengan Pancasila seperti para seniornya yang telah tiada. Atau mereka memang bercita-cita komunisme ala Uni Soviet atau Rusia atau RRT. Tapi intinya kan negara kita tata negaranya bukannya lagi kaisar atau feodalisme, tapi kan republik yang dipimpin oleh Presiden," ujar dia.

"Jadi kalau ideologi itu underground ya bisa saja masih hidup seperti juga yang bermimpi atau tetap bercita-cita negara Islam, itu kan underground pasti ada. HTI dibubarkan, 'ah gampang ganti pakaian', tapi kan ideologi mereka inginkan adalah negara Islam," jelas dia.

(idn/fjp)