ADVERTISEMENT

DKI Susun Ingub Pengungsian, PAN Tagih SOP Penanganan Banjir ke Anies

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 08:29 WIB
Oman Rohman Rikanda
Oman Rahman Rakinda (dok. Pribadi)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun instruksi gubernur (ingub) untuk menyediakan lokasi pengungsian banjir menjadi dua kali lipat untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19). Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta menagih standard operating procedure (SOP) untuk penanganan banjir di Ibu Kota.

"Seingat saya, tanggal 6 Agustus 2020 dalam sebuah rapim Pak Anies menyatakan kita belum punya standard operating procedure (SOP) penanganan banjir. Mudah-mudahan sekarang sudah ada ya, kan sudah hampir 2 bulan," kata Sekretaris F-PAN DKI Jakarta, Oman Rahman Rakinda, kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Meski demikian, Oman menyadari perlu perluasan tempat pengungsian banjir pada saat pandemi Corona. Dia menyebut protokol kesehatan harus diterapkan di tempat pengungsian.

"Di situasi pandemi lokasi pengungsian harus disiapkan dua kali lipat karena di lokasi pengungsian tetap harus laksanakan protokol kesehatan. Pakai masker dan jaga jarak inilah yang menyebabkan kebutuhan lokasi pengungsian jadi 2 kali lipat," katanya.

Selain itu, Oman meminta Pemprov DKI mengambil langkah mitigasi secara cermat. Dengan mitigasi itu, Oman berharap tak ada klaster penularan Corona di pengungsian.

"Kami berharap BPBD menyiapkan langkah mitigasi secara cermat. Selain daya tampung cukup, penanganan cepat, logistik cukup juga jangan jadi klaster baru COVID," katanya.

"Langkah mitigasi ini sesuai dengan Pasal 6 peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2008 ayat 2 perencanaan penanggulangan bencana disusun berdasarkan hasil analisis risiko bencana dan upaya penanggulangan bencana yang dijabarkan dalam program kegiatan penanggulangan bencana dan rincian anggarannya," sambungnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyusun ingub untuk menyiapkan lokasi pengungsian banjir menjadi dua kali lipat. Tempat pengungsian ditambah menjadi dua kali lipat itu untuk mencegah penularan virus Corona.

"Untuk mengantisipasi pandemi COVID, wilayah diminta menyiapkan lokasi pengungsian dua kali lipat dari sebelumnya. Namun saat ini belum dilakukan inventarisasi karena baru akan disiapkan ingubnya. Lokasi pengungsi alternatif dua kali lipat dari yang ada," ujar Kapusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf kepada wartawan, Selasa (29/9).

Menurutnya, penanganan banjir saat pandemi COVID-19 berbeda dari sebelumnya. Sebab, tempat pengungsian berpotensi menjadi tempat penularan virus Corona karena adanya kerumunan dalam satu lokasi.

(lir/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT