Bobby: Saya Nggak Bakal Malu Telepon Menteri untuk Masyarakat Medan

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 20:23 WIB
Bobby di acara deklarasi dukungan ustaz-ustazah Al-Washliyah (Ahmad Arfah-detikcom)
Bobby di acara deklarasi dukungan ustaz-ustazah Al-Washliyah (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Kelompok ustaz-ustazah Al-Washliyah di Medan mendeklarasikan dukungan kepada calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Dalam acara ini, Bobby mengaku tak akan malu menelepon menteri demi kepentingan warga Medan jika menang pilkada.

Acara ini diawali deklarasi dukungan kepada Bobby yang dipimpin oleh Koordinator Relawan Munajat Medan Berkah yang juga Sekretaris Al-Washliyah Sumut, Alim Nur Nasution. Dia mengatakan para peserta yang hadir tak boleh mendua dalam memberi dukungan saat pilkada.

"Kita tidak boleh mendua, wajib mendukung Bobby Nasution dan Aulia Rachman," kata Alim Nur dalam acara yang digelar di Hotel Madani Medan, Selasa (29/9/2020).

Alim Nur juga mengaku yakin Bobby menjadi calon wali kota bukan untuk mencari harta. Menurutnya, Bobby, yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi calon wali kota untuk mengabdi.

"Bobby ini orang kaya. Kalau dia mau, dia bisa saja minta proyek langsung sama menteri. Tapi ini tidak, bukan harta, dia mau mengabdi untuk masyarakat Kota Medan," jelasnya.

Setelah itu, tiba giliran Bobby bicara. Dia awalnya memaparkan janji memaksimalkan anggaran Kota Medan untuk kesejahteraan warga.

Bobby juga mengaitkan ucapan Alim Nur tentang dirinya yang dinilai bisa saja meminta proyek ke menteri namun tak melakukannya. Bobby mengaku tetap tak akan meminta proyek jika terpilih, namun bakal meminta kuota Program Keluarga Harapan (PKH) di Medan ditambah oleh kementerian terkait.

"PKH untuk yang kurang mampu, kuotanya itu perkara bisa minta tadilah kata Ustaz, perkara bisa minta sama menterinya itu," kata Bobby.

Bobby mengatakan, selain dirinya, anak-anak Jokowi yang lain juga tidak pernah minta jatah proyek kepada menteri. Namun, katanya, dia tak akan malu menelepon menteri untuk kepentingan warga Medan.

"Alhamdulillah, yang saya bilang tadi nikmat yang luar biasa, saya, abang ipar saya, adik ipar saya, istri saya, nggak pernah main-main seperti itu, Ustaz. Saya pribadi nggak bakal malu ngetuk ke kantor menteri, nelepon menteri istilahnya, untuk masyarakat Kota Medan," jelasnya.

(haf/haf)