Pemerintah: Jangan Berpikir Rajin Olahraga-Diam di Rumah Bisa Kebal COVID

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 18:45 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pemerintah, dalam hal ini Satgas COVID-19, mengatakan Corona bisa menyerang siapa saja. Dia menyayangkan jika masih ada masyarakat yang yakin tidak akan terpapar Corona.

"Kita menyayangkan adanya persepsi masyarakat yang menyatakan kebal terhadap COVID-19. Perlu kami tekankan sekali lagi, tidak ada orang yang kebal terhadap COVID-19. Virus ini tidak mengenal tua atau muda, kaya atau miskin, siapa pun bisa tertular," ujar juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9/2020).

Pernyataan Wiku itu menjawab soal hasil survei BPS yang menyatakan masih adanya masyarakat yang yakin tidak terkena Corona. Wiku mengingatkan, orang yang gemar olahraga dan berdiam di rumah bukan tidak mungkin bisa terkena Corona.

Maka dari itu, Wiku menekankan untuk menjalankan 3M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker.

"Sekali lagi tidak ada yang kebal, jangan sekali-kali kita berpikir bahwa karena rajin olahraga atau berdiam diri di rumah, kita bisa kebal, karena tertular itu bisa mudah terjadi dari siapa pun yang kita temui, maka dari itu kami selalu mementingkan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan tidak berkerumun, dan kami berusaha terus mengedukasi masyarakat," jelasnya.

"Untuk masyarakat yang sudah paham mohon agar saudara sekalian mengingatkan pada orang lainnya yang belum sadar agar betul-betul kita bisa menjadi kekuatan besar secara nasional untuk melawan virus ini, kita tak bisa bekerja sendiri," tambahnya.

Wiku mengatakan sampai saat ini kampanye 3M terus digencarkan. Para relawan bergerak dengan pendekatan sosial budaya sesuai dengan keadaan tiap wilayah.

"Antara negara melakukan hal yang sama. Kita harus betul-betul melindungi secara lokal, nasional, dan global, dan itu tanggung jawab kita semua," jelas Wiku.

Simak video 'Rapid Test Antigen Bisa Digunakan di RI Sesuai Rekomendasi WHO':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/gbr)