Bareskrim Panggil Ahli Bangunan PUPR-Damkar soal Kebakaran Kejagung

Luqman Nurhadi A - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 10:52 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo
Foto: Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri kembali mengagendakan pemeriksaan saksi pada kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta. Bareskrim memanggil ahli bangunan dari Kementerian PUPR serta petugas pemadam kebakaran.

"Pemeriksaan saksi sebanyak 12 orang terdiri dari petugas pengamanan dalam, cleaning service, PNS Kejagung, petugas pemadam kebakaran dan ahli bangunan dari Kemen-PUPR," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo lewat keterangannya, Selasa (29/9/2020).

Total, ada 12 saksi yang dipanggil hari ini. Sambo menyebut ada saksi-saksi tertentu yang perlu didalami keteranganannya.

"Saksi di penyelidikan harus diulang secara pro justitia dong. Dari 131 saksi kita pilih yang mana keterangan perlu didalami. Saksi yang bekerja hari kejadian harus diminta keterangan dalam penyidikan sebagai saksi peristiwa," jelas Sambo.

Sementara itu, tim penyidik Bareskrim juga melakukan analisis dan evaluasi (anev) dari hasil dan rencana pemeriksaan. Anev digelar mulai pukul 09.00 WIB.

"Anev hasil pemeriksaan dan rencana pemeriksaan pukul 09.00 WIB di Rupat Dittipidum," ujar Sambo.

Sebelumnya, tim penyidik Bareskrim Polri kemarin telah memeriksa enam orang saksi dari Kejagung terkait kebakaran gedung utama Kejagung. Penyidik juga melayangkan surat panggilan kepada beberapa saksi ahli untuk dilakukan pemeriksaan.

"Pukul 10.00 WIB penyidik telah melaksanakan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi dari Kejagung RI. Penyidik juga mengirim surat panggilan kepada ahli dari KemenPUPR kemudian BPOM penjual dash cleaner merek top yang dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Terakhir penyidik melakukan penyusunan terkait laporan hasil evaluasi pemeriksaan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (28/9).

Kebakaran di gedung Kejagung sendiri terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.15 WIB malam. Api disebut berasal dari lantai 6 ruang rapat biro kepegawaian yang kemudian menjalar ke seluruh gedung utama Kejaksaan Agung.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo pun menyebut adanya dugaan unsur pidana yang dilakukan terkait kebakaran tersebut. Sumber api diduga berasal dari open flame atau nyala api terbuka.

"Kita akan segera melakukan penyidikan, lakukan pemeriksaan terhadap potensial potensial suspek, saksi, yang kemudian bisa kita tingkatkan menjadi tersangka dan secepatnya kita akan rilis," ucap Listyo.

(dkp/dkp)