2 Tahun Pasca Gempa Palu, Penyintas Kembali Mengungsi Akibat Huntara Banjir

Mohammad Qadri - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 04:18 WIB
Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir, pengalihan arus akibat banjir, awas banjir
Foto: Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Tepat 2 tahun, para penyintas gempa bumi Tsunami dan Likuefaksi di Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu kembali mengungsi. Bilik atau kamar Hunian Sementara (Huntara) yang ditempati oleh para penyintas di Kelurahan Mamboro terendam banjir.

Bencana banjir itu terjadi di kawasan Huntara Mamboro, atau tepatnya di belakang Terminal Mamboro pada Senin (28/9/2020) malam. Sebelumnya intensitas hujan yang cukup tinggi terjadi sejak sore di Palu dan disekitarnya.

"Evakuasi warga serta barang berharga lainnya milik para penyintas masih semetara berlangsung. 20 bilik Huntara dan sejumlah kendaraan sepeda motor terendam banjir," kata Kasi Ops Tanggap Darurat dan Logistik BPBD Palu, Azril Tiangso saat dihubungi via telepon pada Senin (28/9/2020) malam.

20 bilik Huntara yang terendam banjir itu ditempati oleh 6 Kepala Keluarga (KK). Tidak ada korban jiwa atas kejadia ini.

SAR di Huntara Palu melibatkan sejumlah personil BPBD Palu, Basarnas, dan Damkar Palu serta warga lainnya yang tinggal di daerah Kel. Mamboro. Kini warga telah dievakuasi, untuk mengungsi ketempat yang aman dari terjadinya banjir.

"Kini, penyintas gempa Palu dievakasi untuk mengungsi malam ini. Langkah itu dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir susulan. Apalagi banjir terjadi pada malam hari, sangat membahayakan," tuturnya.

Sebelumnya bencana gempa, tsunami dan likuefaksi meluluhlantakkan daerah Palu, Sigi dan Donggala, Sulteng pada 28 September 2018 silam. Pemerintah mencatat ada terdapat ribuan korban jiwa atas kejadian gempa 7,4 SR tersebut.

(dwia/dwia)