Kejagung Turut Periksa Suami Pinangki dalam Kasus Djoko Tjandra

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 22:26 WIB
gedung kejagung
Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Suami jaksa Pinangki Sirna Malasari, Yogi Yusuf Napitupulu, turut diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus gratifikasi Djoko Tjandra. Yogi, yang juga merupakan polisi aktif, diperiksa sebagai saksi untuk Pinangki, Djoko Tjandra, dan Andi Irfan Jaya.

"Sudah periksa soalnya persiapan Djoko Tjandra dan AIJ. Untuk keterangan kesaksian si Djoko Tjandra, Pinangki, AIJ," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2020).

Febrie mengatakan suami Pinangki ditanyai seputar teknis tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan istrinya. Febrie menyebut Pinangki sempat meminta suaminya menukarkan sejumlah uang ke money changer.

"Lebih kental untuk TPPU. Iya (tentang penukaran uang)," tutur Febrie.

Diketahui sebelumnya, jaksa turut mendakwa Pinangki Sirna Malasari dengan jeratan pencucian uang. Pinangki yang merupakan jaksa di Kejaksaan Agung itu diduga telah melakukan pencucian uang dari hasil korupsi.

Awalnya jaksa menyebutkan gaji bulanan Pinangki yang saat itu menjabat Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan. Pinangki menerima gaji Rp 9,4 juta, tunjangan kinerja Rp 8,7 juta, dan uang makan Rp 731 ribu.

"Dengan total keseluruhan sebesar Rp 18.921.750," ucap jaksa membacakan surat dakwaan itu dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Gaji Pinangki per bulan itu disebut tidak lebih dari Rp 19 juta. Selain itu, jaksa menyebutkan penghasilan suami Pinangki atas nama Napitupulu Yogi Yusuf.

"Ditambah dengan penghasilan suami terdakwa yang bernama Napitupulu Yogi Yusuf sebagai seorang polisi pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 sebesar Rp 11 juta per bulan atau setidak-tidaknya sejumlah itu," kata jaksa.

Dalam kurun waktu 2019-2020, disebutkan bahwa Pinangki tidak memiliki penghasilan tambahan resmi dan tidak memiliki sumber penghasilan dari pencairan kredit bank atau lembaga jasa keuangan lainnya. Sedangkan dari catatan transaksi yang dipaparkan jaksa, disebutkan Pinangki mengeluarkan sejumlah pembiayaan yang diduga merupakan hasil korupsi.

Jaksa mengatakan Pinangki menguasai USD 450 ribu yang diduga berasal dari Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Jaksa menyatakan, pada 2019-2020, Pinangki menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar.

Selain itu, Pinangki meminta suaminya, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, menukarkan mata uang USD 10 ribu atau senilai Rp 147,1 juta. Jaksa mengatakan Napitupulu lantas memerintahkan anak buahnya untuk menukarkan uang itu.

"Nilai total keseluruhan penukaran mata uang yang dilakukan terdakwa pada periode 27 November 2019 sampai dengan 7 Juli 2020 adalah sebesar USD 337.600 menjadi mata uang rupiah sebesar Rp 4.753.829.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut," kata jaksa.

(dwia/dwia)