Ahok Cabut Laporan soal Penghinaan, Polisi Segera Setop Penyidikan

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 18:31 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi mencabut laporan kasus pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya. Polisi telah menerima permohonan pencabutan laporan tersebut dan akan segera menghentikan penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sebelum kasus itu dihentikan, penyidik akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

"Dibuatkan berita acara pencabutan, kemudian digelarkan dulu bersama Wasidik (pengawas penyidik) Krimsus (kriminal khusus) baru setelah itu dihentikan," kata Yusri dihubungi wartawan, Senin (28/9/2020).

Untuk diketahui, Ahok siang ini secara resmi telah mencabut laporan polisi di Polda Metro Jaya. Pencabutan laporan tersebut diwakilkan oleh pengacaranya, Ahmad Ramzy.

"Alhamdulillah hari ini kita secara resmi telah mencabut laporan polisi yang saya buat pada tanggal 17 Mei 2020 dan sudah saya tanda tangani pencabutan laporan polisinya," kata Ramzy ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, sebelumnya.

Menurut Ramzy, sejumlah hal menjadi pertimbangan Ahok dalam mencabut laporan polisi tersebut. Pertama, kata Ramzy, kedua tersangka tersebut telah mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Kedua tersangka inisial EJ (67) dan KS (47) juga telah bertemu dengan Ahok, Puput, istri Ahok serta ibu kandung Ahok pada Jumat (11/9) lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua tersangka mengaku akan membuat klarifikasi dan permintaan maaf di media sosial atas tiap tuduhan mereka kepada Ahok dan keluarga.

Usai pertemuan tersebut, Ahok mempertimbangkan untuk mencabut laporan. Kondisi tersangka yang telah lanjut usia menjadi salah dari pertimbangan mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

"(Tersangka) sudah tua dan sudah sadar salah saja. Kasihan," kata Ahok ketika dihubungi detikcom, Sabtu (26/9).

(mei/mei)