MPR Ingin Kerja Sama RI-China Junjung Tinggi Kesetaraan

Inkana Putri - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 18:26 WIB
Ahmad Basarah
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyatakan kerangka kerja sama Belt and Road (BRI) antara pemerintah RI dan China harus menjunjung tinggi prinsip saling menghargai dan kesetaraan.

Menurut Basarah, Pemerintah Indonesia hingga kini telah banyak memanfaatkan kerangka kerja sama BRI. Bahkan, Wakil Gubernur Zhejiang, Feng Fei juga menjelaskan telah cukup banyak perusahaan dari Provinsi Zhejiang yang berinvestasi di Indonesia, seperti Alibaba dan Qingshan.

"Kerangka BRI akan menghasilkan dampak yang menguntungkan kedua belah pihak, memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat dan kemakmuran kawasan. Tidak hanya ekonomi, kerja sama ini akan meningkatkan pertukaran sosial, diplomasi, budaya dan saling kesepahaman," ujar Basarah dalam keterangannya, Senin (28/9/2020).

Hal ini disampaikan dalam webinar bertema 'Bersama Membangun Belt and Road, Bersama Mendorong Perkembangan Ekonomi dan Kehidupan Rakyat', yang digelar antara partai politik Indonesia dan China.

Terkait hal ini, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri ini mendorong agar kerja sama ini dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan Indonesia yang mengadopsi dan berpegang teguh pada prinsip Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Basarah juga mengusulkan beberapa bidang kerja sama yang dapat dikajii lebih lanjut sebagai berikut.

1. Pendidikan vokasi dan keterampilan khusus;
2. Beasiswa kader Partai;
3. Peningkatan kualitas kesehatan pedesaan;
4. Pertukaran dan kunjungan kader Partai;
5. Transformasi digital menuju era industri 4.0;
6. Kerja sama bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pola bangun bersama, diskusi bersama, dan nikmati bersama harus menjadi pegangan bagi para pihak yang terlibat. Basarah berharap diskusi ini tidak hanya berhenti di atas kertas kerja belaka, melainkan dapat segera diimplementasikan bersama.

"Kerja sama partai politik ini harus membawa manfaat nyata bagi pemerintah, partai politik, dan masyarakat kedua negara." pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam webinar tersebut turut hadir Direktur Hubungan Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, Hanjaya Setiawan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto didampingi Dave Laksono, dan Ketua Bidang Luar Negeri Partai Gerindra Irawan Ronodipuro.

Sementara itu, dari pihak China hadir Menteri Luar Negeri IDCPC Song Tao, Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian, Wakil Gubernur Zhejiang Feng Fei, dan ahli dari NDRC.

(mul/ega)