Kemenristek Dorong Pengembangan Teknopreneur Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:55 WIB
Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro
Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Tangkapan layar youtube Kemenristek)

Sandi mengatakan program ini akan fokus kepada pengempangan wirausaha di bidang teknologi yang mampu menyentuh hingga akar rumput. Dia berharap program ini bisa membangkitkan perekonomian saat pandemi Corona.

"Saya berharap bahwa program Seribu Teknopreneur Sejuta Lapangan Kerja ini akan fokus dalam pengembangan teknopreneur akar rumput sehingga bisa menyentuh terutama yang mikro yang kecil di sektor utama pangan, sektor konsumsi maupun sektor-sektor yang selama ini menggerakkan ekonomi kita. Ini kesempatan kita untuk bangun kembali ekonomi Indonesia," jelasnya.

Ketua Dewan Pembina Inotek, Ilham Habibie mengatakan program ini ada di 34 provinsi di Indonesia. Dengan menggunakan teknopreneur yang handal, diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

"STSP ini adalah sebuah program yang menggabungkan seribu teknopreneur handal yang ditingkatkan kemampuannya dengan kegiatan inkubasi, akselerasi dan lain sebagainya termasuk mentoring dan pelatihan yang dapat memberdayakan SDM di daerah," kata Ilham.

Dia menyebut program ini dirancang untuk memulihkan ekonomi lokal. Selain memberikan pendampingan, program ini juga akan membantu UMKM untuk berkolaborasi dengan perusahaan hingga universitas.

"Program ini dirancang untuk memulihkan ekonomi lokal dan berdampak untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ini adalah menyatukan enterpreneur, teknopreneur, dalam hal ini akar rumput untuk berkolaborasi dengan perusahaan, organisasi madani atau LSM, dengan universitas. Dengan adanya peningkatan kapasitas yang dilakukan dengan teknologi yang mudah bisa diaplikasikan untuk memberikan energi baru dalam ekonomi lokal," katanya.

"Tujuan ini memang untuk menciptakan seribu lebih teknopreneur yang baru yang akan membantu ekonomi lokal di level UMKM. Ini memang diperlukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bisa di hulu dan hilir dari pada usaha baru ini yang diciptakan oleh 10 teknoprenuer," sambungnya.

Halaman

(lir/imk)