Akmal Taher Mundur, Komisi VIII Duga Ada Ketidakharmonisan di Satgas COVID-19

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:46 WIB
Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto (Rahel Narda/detikcom)
Foto: Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Pengunduran diri Prof Akmal Taher dari jabatan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 dikaitkan dengan 'teguran' Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengaku belum tahu duduk perkara terkait mundurnya Akmal Taher.

"Secara langsung kami belum dengar tapi ya isunya ada bahwa ada yang dimarahin, kemudian yang dimarahin itu nggak terima ya mungkin dengan cara mengundurkan diri, salah satu yang paling tepat bagi yang berangkutan. Tapi kepastian apakah dia benar-benar dimarahin itu kita belum dapat. Tapi isunya iya," kata Yandri di kompleks parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Lebih lanjut, Yandri menilai pola evaluasi dalam internal Satgas Penanganan COVID-19 perlu diubah. Apalagi jika informasi soal kemunduran Akmal Taher benar berkaitan dengan teguran Luhut.

Lebih lanjut, Yandri pun menilai tidak boleh ada pihak yang merasa dirinya paling hebat lalu menyalahkan orang lain. Dia menilai koordinasi penanganan COVID-19 semestinya kolektif kolegial.

"Kalau benar ya pola evaluasinya harus diubah. Jangan ada orang yang merasa paling hebat lalu petantang-petenteng marahin orang lain atau sangat mudah menyalahkan orang lain," ucap Yandri

"Jadi pola koordinasi dan pola evaluasinya harus diubah sehingga kolektif kolegial itu benar-benar terasa. Jadi tidak ada yang merasa harus diinjak atau juga ada yang harus diangkat wibawanya. Justru harus sama-sama bahwa ini adalah kerja kolektif kolegial," imbuhnya.

Selain itu, Yandri menduga ada ketidakharmonisan di antara pemerintah dalam penanganan COVID-19. Khususnya terkait Satgas Penanganan COVID-19.

"Ya bisa jadi. Kalau menurut saya menangkapnya itu. Jadi ada semacam ketidakharmonisan dalam bekerja, sehingga mungkin dirasa tidak maksimal dan ada yang perlu disalahkan dan pihak yang disalahkan itu nggak terima gitu loh. Karena ini kolektif kolegial," ucapnya.

Yandri juga menyayangkan pengunduran diri Akmal Taher kala pandemi belum usai. Menurutnya, kejadian tersebut perlu untuk didalami lebih lanjut.

"Yang pasti bagi kami sangat menyayangkan, karena bagaimana mungkin di tengah pandemi yang semakin menggila seperti ini ada pejabat negara yang mengundurkan diri. Layak untuk diteliti apa persoalannya. Apakah tidak koordinasi atau mungkin ada alasan lain musti diungkap sehingga tidak ada wasangka," kata Yandri

Yandri juga meminta agar Akmal Taher terbuka kepada publik soal alasan pengunduran dirinya. Ia tidak menginginkan adanya miskomunikasi terkait hal itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2