Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi, PKS Ingatkan Daerah Penyangga

Eva Safitri - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:45 WIB
Poster
Ilustrasi PSBB Akibat Virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Banyak warga Jakarta disebut-sebut merapat ke Bekasi demi mencari hiburan, buntut pemberlakuan PSBB di DKI. PKS meminta daerah penyangga mengikuti kebijakan DKI.

"Saya kira sudah waktunya bagi daerah penyangga, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, untuk bisa mengikuti kebijakan DKI," kata anggota DPRD Fraksi PKS, Abdul Azis, ketika dihubungi, Senin (28/9/2020).

Lebih lanjut, Abdul meminta masyarakat tetap mematuhi dan menaati aturan yang ada untuk kepentingan bersama. "Semoga masyarakat juga menyadari bahwa pembatasan ini untuk kepentingan semua pihak," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono mengatakan aparat penegak hukum DKI harus berkoordinasi dengan aparat penegak di wilayah penyangga. Penting menurutnya, membangun sinergi untuk memperlancar kebijakan yang ada.

"Koordinasi dengan daerah penyangga menjadi hal yang sangat penting, agar terbangun sinergisitas kebijakan antara DKI dan daerah penyangga," ujarnya.

Pemprov DKI kini tengah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Akibat PSBB ketat ini, banyak warga Jakarta yang disebut datang ke Bekasi untuk mencari hiburan.

"Iya (banyak warga Jakarta mencari tempat hiburan di Bekasi). Kan di sana ditutup (karena PSBB ketat). Iya di Jakarta ditutup, di Bogor ditutup, Depok ditutup," kata Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah saat dihubungi, Minggu (27/9/2020).

Abi pun mengaku kesulitan mencegah adanya kerumunan di Kota Bekasi. Sebab, lanjutnya, jumlah personel di lapangan terbatas.

Apalagi, lanjutnya, adanya ajakan di media sosial untuk datang ke Bekasi juga membuat personel kesulitan.

"Ya pastilah, pasti (kesulitan). Jumlah kita terbatas, kemudian kita nyebar ke mana-mana, ya tentunya personel juga dibagi-bagi (ke tiap tempat), gitu. Tapi di Instagram itu 'ayo ke Bekasi kita ngopi-ngopi', ya itu juga suatu ajakan yang luar biasa, gitu," jelasnya.

(eva/gbr)