2 Terduga Pembunuh Pengusaha Rental dalam Sumur di Riau Ditangkap

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:02 WIB
2 terduga pelaku pembunuhan pengusaha rental mobil di Riau (Chaidir-detikcom)
Foto: 2 terduga pelaku pembunuhan pengusaha rental mobil di Riau (Chaidir-detikcom)
Pekanbaru -

Polda Riau menangkap dua orang terduga pelaku pembunuhan pemilik rental mobil, M Alhadar. Keduanya ditangkap di Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut).

"Dua orang pelaku inisial AN dan DV di wilayah Binjai di lokasi panti pijat. Namun, saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku melawan petugas dengan senjata tajam untuk berusaha kabur. Sehingga tim melakukan tindakan tegas dan terukur (dilumpuhkan dengan tembakan) terhadap keduanya," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Keduanya disebut sudah mengakui melakukan pembunuhan dan merampas mobil milik korban dengan modus akan merental. Mobil berwarna abu-abu itu dibawa dari Riau ke Sumut.

Mobil dicat dengan pilox warna hitam. Mereka juga diduga mengganti nomor polisi palsu BK-1888-MQ.

"Para tersangka ini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sekaligus pencurian dengan ancaman 20 tahun penjara. Mereka ditangkap pada 26 September 2020 yang selanjutnya dibawa ke Pekanbaru," kata Narto.

Ada juga duga orang, IR dan DD, yang masih diburu polisi. Keduanya diduga membantu AN dan DV melakukan aksi pembunuhan-pencurian.

Kasus pembunuhan berencana dan pencurian ini diduga berawal pada Senin (21/9). Saat itu, warga Desa Tualang Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, menemukan mayat pria tergeletak dalam sumur. Kondisi jasad tersebut ditemukan luka bacok di bagian kepala serta kondisi korban tangannya diikat dengan benang nilon.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Menurut polisi, ada laporan seorang warga bernama Tutut Winarti pada 20 September 2020 di Polsek Tenayan Raya Pekanbaru yang melapor telah kehilangan suaminya, M Alhadar, sejak 14 September.

"Jasad korban saat dilakukan autopsi dan memanggil Tutut. Dari sana istri korban mengakui bahwa jasad tersebut adalah suaminya," kata Narto.

Penyelidika terus berlanjut. Korban, menurut polisi, sempat diliha oleh warga ada di rumah terduga pelaku.

Setelah dilakukan pengecekan, polisi menemukan ponsel milik korban dengan bercak darah di rumah tersebut. Namun, pelaku saat itu sudah kabur.

"Kini keduanya masih kita periksa lebih lanjut. Untuk kedua pelaku lainnya, masih kita buru," tutur Narto.

(cha/haf)