IDI: Swab Test Mandiri Perlu untuk Perluas Pelacakan COVID-19

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 12:57 WIB
Ketua PB IDI 2018-2021 Dr Daeng M Faqih SH, MH.
Ketua Umum PB IDI, Daeng Mohammad Faqih (Ayunda Septiani/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berbicara mengenai perlunya tes usap (swab test) COVID-19 dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Bila masyarakat punya kesadaran untuk mengetes dirinya, maka pelacakan, penanganan, dan perawatan kasus COVID-19 bakal lebih efektif.

"Kesadaran untuk tes mandiri ini perlu. Kalau dia memiliki kesadaran dan dia mampu, maka dia akan membentengi diri dan sekitarnya," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Mohammad Faqih, kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Orang yang tahu bahwa dirinya positif COVID-19 akan membentengi diri supaya dia tidak menularkan virus Corona ke orang di sekitarnya. Orang ini nantinya bakal mendorong orang-orang di sekitarnya untuk tes juga, misalnya anak, istri, keluarga, atau koleganya.

"Dengan demikian, maka contact tracing akan meluas secara mandiri," kata Daeng.

Sebagaimana diketahi, strategi dasar penanganan COVID-19 adalah 3T, yakni testing (tes), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan yang positif COVID-19). Tes usap jenis Polymerase Chain Reaction (PCR) berdasarkan inisiatif mandiri perlu dilakukan. Terlebih, banyak orang yang positif COVID-19 namun tidak bergejala (asimtomatik).

"Testing dan tracing itu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif COVID-19. Kalau sudah diketahui positif, maka bisa cepat dilakukan isolasi, dilokalisir supaya tidak menular. Testing dan tracing harus dipercepat dan diperluas," kata dia.

(dnu/fjp)