Pimpinan KPK Silang Pendapat Soal Pegawai Mundur, Gerindra: Itu Remeh

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 11:56 WIB
Komisi III DPR RI telah memilih lima nama Pimpinan KPK baru. Kelima orang yang dipilih adalah Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango.
Pimpinan KPK. Nawawi (pojok kiri bawah) dan Ghufron (pojok kanan atas). Foto: dok detikcom
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR F-Gerindra, Habiburokhman, menilai silang pendapat antara pimpinan KPK Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron soal narasi pejuang-pecundang adalah hal remeh. Menurutnya, silang pendapat itu tidak akan mengganggu kerja-kerja pemberantasan korupsi di KPK.

"Nggak juga (pimpinan KPK tidak kompak), ini kan hanya soal remeh temeh. Sama sekali tidak (mengganggu kerja pemberantasan korupsi)," kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Menurut Habiburokhman, semua orang berhak berpendapat. Perbedaan pendapat antara dua pimpinan KPK itu dinilainya sebagai dinamika biasa.

"Menurut saya itu dinamika biasa saja, isi kepala orang kan nggak harus selalu sama. Selama tidak mengenai hal yang prinsip ya boleh saja mereka menyampaikan pendapat," ujarnya.

Terkait mundurnya sejumlah pegawai KPK, Habiburokhman meminta hal itu tidak dijadikan polemik. Di sisi lain, menurutnya KPK juga harus segera mencari pengganti para pegawai yang mundur itu.

"Untuk ke depan, mundurnya para pegawai seharusnya nggak perlu lagi dibahas dan dijadikan polemik. Kita harus move on. Biarkan yang mundur melanjutkan karier dan kehidupannya di tempat lain dan segera KPK cari penggantinya," ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah pegawai KPK diketahui mundur dari lembaga antirasuah itu, salah satunya eks Jubir KPK Febri Diansyah. Pimpinan KPK Nurul Ghufron mengistilahkan KPK sebagai tempat pertempuran, sehingga dia lebih menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK. Ghufron menyebut KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi.

"Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih. Selamat kepada mereka yang masih mampu setia mencintai KPK," kata Ghufron.

Hal itu dibalas sesama pimpinan KPK, Nawawi Pomolango. Bagi Nawawi, para pegawai KPK yang akhirnya memilih mundur dari KPK seharusnya tidak dipandang sebelah mata.

"Ini bukan soal pejuang dan pecundang, tapi pilihan dengan pemikiran," kata Nawawi.

(azr/tor)