Jokowi Ingin Protokol Kesehatan Juga Dipasang di Transportasi Umum

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 11:34 WIB
Presiden Jokowi saat berpidato di Sidang Umum PBB
Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Pemerintah terus menggalakkan kampanye perubahan perilaku di masa pandemi virus Corona (COVID-19). Salah satunya, sosialisasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 melalui transportasi umum.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo mengatakan, arahan kampanye perubahan perilaku di transportasi umum itu datang langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi, kata dia, meminta sosialisasi protokol kesehatan dipasang di semua jenis transportasi umum.

"Bapak Presiden tadi menekankan agar transportasi publik ini juga diimbau memasang protokol kesehatan di kendaraan, baik itu truk, angkutan umum, angkutan kota, bus, taksi, dan kendaraan lainnya," kata Doni dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Senin (28/9/2020).

Doni mengatakan Polri saat ini juga telah bekerja sama dengan organisasi angkutan terkait kampanye protokol kesehatan di transportasi umum tersebut.

"Dan tadi Bapak Kapolri melalui Bapak Sekretaris Kabinet telah menyampaikan ada kerja sama Mabes Polri dengan organisasi angkutan untuk memasang protokol kesehatan di transportasi umum," ujarnya.

Selain transportasi umum, Doni mengatakan, Satgas Penanganan COVID-19 juga menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Satgas akan melibatkan wartawan di seluruh Indonesia untuk ikut serta mengkampanyekan perubahan perilaku.

"Kemudian satgas juga bersama dengan PWI telah melakukan kerja sama untuk pelibatan sebanyak 5.800 wartawan dari seluruh provinsi. Mulai dari provinsi Aceh sampai dengan Papua. Tugasnya adalah melakukan program untuk perubahan perilaku," kata Doni.

Selain itu, kata Doni, wartawan dilibatkan untuk menangkal berita-berita hoax mengenai COVID-19. Dia pun berharap, dengan keterlibatan ini, wartawan yang bergabung bersama Satgas Penanganan COVID-19 dapat menyampaikan pesan yang positif dan faktual.

"Menangkal berita-berita yang tidak benar. Karena banyak juga informasi yang diterima sebenarnya tidak valid, tetapi beredar di tengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya besar harapan kami, teman-teman media yang bergabung dalam Satgas ini, bisa menyampaikan pesan yang positif, pesan yang faktual terkait dengan perubahan perilaku," tuturnya.

(mae/imk)