Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi, Ini Kata Pemprov DKI

Eva Safitri - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 10:36 WIB
Kasatpol PP DKI Arifin
Foto: Kasatpol PP DKI Arifin. (Ilman/detikcom).
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta angkat bicara soal banyak warganya yang malah mencari hiburan ke Kota Bekasi di masa pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) buntut masih masifnya pandemi virus Corona (COVID-19). Kasatpol PP DKI Arifin meminta aparat penegak hukum di Bekasi untuk menegakkan aturan yang berlaku di sana.

"Ya sebenarnya itu kan karena pemerintah kota Bekasi bagaimana strategi upaya implementasinya untuk yang tadi disampaikan. Kalau memang tempat-tempat rumah makan atau restoran atau kafe-kafe di sana penuh tentunya di sana ada aturan-aturan," kata Arifin, kepada wartawan di Gedung Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2020).

Arifin mempersilakan Satpol PP Bekasi untuk menindak siapapun yang melanggar. Begitu juga penindakan terhadap tempat usahanya sesuai aturan yang berlaku di Bekasi.

"Tegakkan saja aturannya, ya kalau melanggar aturan ya silakan ditutup. Karena saya dengar juga tempatnya sudah disegel," ujarnya.

Seperti di Jakarta, kata Arifin, tidak ada restoran yang diperbolehkan makan di tempat. Jika ditemukan, maka aparat akan menindak tempat usaha tersebut.

"Ya memang kalau untuk Jakarta, khusus untuk restoran dan rumah makan kan memang ketentuannya tidak boleh makan di tempat hanya pesan antar take away. Dan itu kita awasi. Kalau ada yang memberikan makanan di tempat maka akan ditindak kita tutup tiga hari ke depan tidak boleh mereka beroperasi," tutur Arifin.

Jakarta saat ini tengah dalam kondisi PSBB ketat. Akibat pemberlakuan ini, banyak warga Jakarta yang datang ke Bekasi untuk mencari hiburan.

"Iya (banyak warga Jakarta mencari tempat hiburan di Bekasi). Kan di sana ditutup (karena PSBB ketat). Iya di Jakarta ditutup, di Bogor ditutup, Depok ditutup," kata Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah saat dihubungi, Minggu (27/9/2020).

Abi pun mengaku kesulitan mencegah adanya kerumunan di Kota Bekasi. Sebab, lanjutnya, jumlah personel di lapangan terbatas. Apalagi, lanjutnya, adanya ajakan di media sosial untuk datang ke Bekasi juga membuat personel kesulitan.

"Ya pastilah, pasti (kesulitan). Jumlah kita terbatas, kemudian kita nyebar ke mana-mana, ya tentunya personel juga dibagi-bagi (ke tiap tempat), gitu. Tapi di Instagram itu 'ayo ke Bekasi kita ngopi-ngopi', ya itu juga suatu ajakan yang luar biasa, gitu," jelasnya.

(eva/elz)