Ganjar Ajak Peserta Tour de Borobudur Naik Kereta Uap Bersejarah

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 11:50 WIB
Kereta Uap
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Candi Borobudur bersama para peserta Tour de Borobudur tahun ini. Dalam tour kali ini, Ganjar bersama rombongan menaiki kereta uap peninggalan Belanda sejak tahun 1898, menikmati pemandangan indah wisata unggulan di Jawa Tengah itu.

Adapun kereta yang dinaikinya merupakan lokomotif B-5112. Kereta Uap Ambarawa ini bisa berjalan membawa tiga gerbong dengan menembus jalanan dari stasiun Tuntang menuju stasiun Ambarawa Kabupaten Semarang.

"Wah, ini keren kita disambut sama suara kereta uap, dengar itu suaranya melengking. Ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Yok kita naik," kata Ganjar dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).

Bersama istrinya, Siti Atikoh, Ganjar terlihat sangat menikmati 30 menit perjalanannya yang disuguhi keindahan Rawa Pening, pemukiman penduduk, bentangan sawah, hingga pemandangan Gunung Merbabu dan Telomoyo yang berdiri gagah.

Ganjar mengatakan ini merupakan potensi luar biasa yang harus terus dikembangkan. Apalagi wisata kereta api uap ini disebut hanya ada tiga di dunia yakni India, Swiss dan Indonesia.

Selain bisa menikmati sensasi menaiki kereta uap bersejarah, pemandangan yang ditawarkan juga sangat mempesona. Bahkan, penumpang bisa melihat dengan bebas dari jendela pada gerbong kereta yang terbuka.

"Suasananya begitu eksotis, saya kira ini bisa kita jadikan destinasi unggulan, tentu harus ada perbaikan dan penataan. Kalau ini bisa dijadikan paket wisata, tentu menarik sekali," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Ganjar memang sengaja mengajak para peserta Tour de Borobudur menikmati sensasi lain dari event tahunan itu. Jika biasanya peserta hanya gowes di jalan dan hanya bisa menikmati Candi Borobudur, saat ini mereka juga bisa merasakan pengalaman wisata baru.

"Saya pengen berikan suasana lain, karena hampir tiap minggu jalurnya sama, saya ingin mendapatkan suasana berbeda. Saya sengaja ajak peserta naik kereta uap ini, agar mereka yang banyak juga dari luar Jawa Tengah tahu ada destinasi wisata menarik ini," jelasnya.

Di tengah COVID-19, Ganjar menjelaskan wisata kereta uap di Ambarawa ini tentunya masih melakukan pengurangan jumlah wisatawan dan penerapan protokol yang sangat ketat.

"Kalau nanti pandemi sudah selesai, silahkan ramai-ramai wisata ke sini," pungkasnya.

Adanya wisata baru ini tentu mendapat antusias dari para peserta. Seperti halnya salah satu peserta Tour de Borobudur asal Malang, Maydanil (22) yang tak menyangka mendapat kejutan saat mengikuti Tour de Borobudur.

"Seru sekali, saya baru kali ini naik kereta uap. Senang ya, selain itu juga bisa tahu tentang sejarah kereta api di Indonesia," ucapnya.

Peserta yang akrab disapa Danil ini pun mengapresiasi Pemprov Jateng yang telah menggelar acara gowes dan dipadukan dengan pengenalan pariwisata.

"Keren ya, tidak hanya gowes, tapi juga bisa sekaligus berwisata. Ini tempatnya bagus, bisa dikembangkan lagi jadi wisata unggulan," katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional Raden Agus Dwinanto Budiaji mengatakan kereta uap tersebut merupakan peninggalan Belanda sejak 1898. Sampai saat ini, kondisi lokomotif masih asli, dengan penggerak utama adalah uap dari kayu bakar.

"Minat masyarakat untuk menaiki kereta api uap ini sangat tinggi. Karena selain sensasi naik kereta api bersejarah, kami juga menawarkan sensasi pemandangan alam yang sangat eksotis selama perjalanan," ucapnya.

Untuk bisa menaiki kereta uap, Agus mengatakan masyarakat harus melakukan reservasi dahulu secara online atau datang langsung ke kantor di Lawang Sewu Semarang. Adapun harga sewa untuk menaiki kereta uap itu mulai dari Rp 10 juta - Rp 15 juta.

"Masyarakat juga bisa naik kereta diesel. Kalau naik kereta itu, masyarakat bisa langsung datang ke stasiun Ambarawa dengan membayar tiket Rp 50.000. Tapi untuk sementara karena pandemi, wisata itu masih kami tutup," pungkasnya.

(mul/ega)