Cegah Klaster Keluarga, Menteri PPA: Pakai Masker di Rumah-Hindari Arisan

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 18:31 WIB
Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmavati
Foto: dok. screenshot video Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmavati meminta masyarakat mewaspadai penularan virus Corona di dalam keluarga. Bintang mengatakan salah satu upaya mencegah COVID-19 di klaster keluarga adalah menghindari acara pertemuan keluarga, seperti arisan dan perayaan ulang tahun.

"Dalam mencegah klaster keluarga ini, satu hal yang penting kita lakukan dari sisi keluarga untuk bagaimana kita bisa mengurangi, menghindari pertemuan secara offline yang bisa ditunda, yang bisa dihindari salah satunya dengan keluarga besar," kata Bintang dalam dialog yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2020).

"Misalnya hari ulang tahun, misalnya dengan komunitas ada reuni, arisan. Kalaupun harus dilakukan, itu bisa dilakukan dengan secara daring," ujarnya.

Bintang mengatakan sebisa mungkin masyarakat menghindari acara yang meliputi kerumunan meskipun dengan keluarga besar karena siapa pun bisa berisiko tertular. Selain itu, dia meminta anggota keluarga yang setiap hari keluar dari rumah, saat kembali ke rumah, selalu melakukan bersih-bersih diri sebelum beraktivitas bersama keluarga.

Tak hanya itu, dia juga meminta anggota keluarga yang sering keluar dari rumah memakai masker saat bertemu dengan kelompok rentan. Tak lupa, selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak saat berada di luar rumah.

"Nah bagaimana caranya tetap memakai masker, masker ini tidak hanya kita lakukan di luar, di dalam rumah pun harus kita lakukan. Apalagi ketika ada di keluarga kita kelompok rentan, seperti balita dan lansia. Kemudian rajin mencuci tangan dan jaga jarak," katanya.

"Jaga jarak ini penting. Kalau untuk hal-hal yang tidak begitu penting, pertemuan offline yang secara mendatangkan banyak orang, mari kita lakukan secara daring," ungkapnya.

Lebih lanjut Bintang mengatakan saat ini tengah menyiapkan protokol kesehatan keluarga untuk mencegah klaster keluarga. Ia mengatakan protokol kesehatan keluarga itu nantinya akan mengatur pedoman langkah-langkah ketika ada anggota keluarga yang terpapar Corona.

Saat ini, ketika ada anggota keluarga yang terpapar COVID-19, anggota keluarga yang lain dapat melapor ke puskesmas. Selanjutnya pihak puskesmas akan bekerja sama dengan Satgas COVID-19 daerah untuk melakukan contact tracing ke anggota keluarga yang lain.

"Nanti satgas daerah yang akan menindaklanjuti, melakukan tracing kepada keluarganya. Kalau dari keluarga tersebut sudah sesuai dengan yang harus difasilitasi ini, nanti akan mendapatkan swab atau PCR gratis yang akan ditanggung oleh satgas daerah tersebut," ungkapnya.

Bintang mengatakan nantinya dalam protokol kesehatan keluarga yang sedang disusun juga akan ada pedoman mengenai bagaimana mencegah Corona di lingkungan keluarga. Ia berharap protokol kesehatan keluarga itu segera selesai.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, sebenarnya dari tadi pagi kita sudah melakukan proses, koordinasi kita sudah bicarakan dengan Satgas COVID-19, demikian juga dengan Kemenkes untuk membahas protokol kesehatan ini," katanya.

Bintang juga menuturkan sesuai arahan Presiden Jokowi untuk gencar mengkampanyekan penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan kepada ibu-ibu PKK. Kementerian PPA sudah berkoordinasi dengan organisasi perempuan dan jaringan forum anak.

"Mudah-mudahan juga, kami mohon untuk memasifkan ini. Selain kami sesuai arahan Pak Presiden, juga untuk mengajak jaringan perempuan dan PKK, jaringan yang ada untuk mensosialisasikan protokol kesehatan keluarga," katanya.

Tonton juga 'Pemerintah Temukan 1.000 Lebih Klaster Corona di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/jbr)