Dinilai Menyulitkan, Prosedur Isolasi Mandiri OTG Dievaluasi Pemprov DKI

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 17:53 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta soal sembilan prosedur bagi pasien Corona tanpa gejala (OTG) untuk isolasi mandiri dinilai menyulitkan. Pemprov DKI akan mengevaluasi kebijakan itu.

"Ya memang ini sedang terus kita perbaiki, kita evaluasi, memang harus ada tahapannya karena memang ada SOP, prosedur, yang harus dilalui karena ini kan soal kesehatan, keselamatan, tidak hanya untuk kepentingan warga yang terpapar, tapi juga bagi lingkungannya, bagi dokter, bagi perawat, bidan, semua di situ bahkan aparat keamanan bagian-bagian di situ harus kita jaga, termasuk masyarakat di situ juga sehingga memang ada tahapan protokol yang harus dipenuhi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020).

Riza mengaku Pemprov DKI saat ini tengah menyempurnakan prosedur isolasi mandiri di Wisma Atlet, sehingga prosedur dapat lebih sederhana.

"Namun kita akan terus menyempurnakan-memperbaiki semua SOP yang ada, untuk penyederhanaan supaya lebih mudah, lebih simpel, dan lebih cepat," katanya.

Sebelumnya, salah satu kritik datang dari anggota DPR. Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menilai prosedur itu menyulitkan.

"Itu kelihatannya itu bisa menyulitkan orang-orang dan saya khawatir untuk mengurus (prosedur isolasi) justru itu menyebabkan orang-orang yang sakit (OTG) tersebut bisa menyebarkan virus itu," ujar Saleh ketika dihubungi, Rabu (23/9/2020).

Diketahui, Pemprov DKI kini bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam penyediaan tempat isolasi mandiri bagi pasien positif Corona OTG. Tempat isolasi disiapkan di beberapa flat Wisma Atlet Kemayoran.

"Pemprov DKI Jakarta bersinergi dengan pemerintah pusat menyediakan fasilitas 2.000 tempat tidur untuk isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala. Fasilitas isolasi itu berada di Flat Isolasi Mandiri Kemayoran (Wisma Atlet)," demikian penjelasan yang dikutip dari akun Twitter Pemprov DKI, Rabu (23/9).

Ada beberapa prosedur yang harus dilakukan pasien OTG. Namun, dalam menjalankan prosedur ini, pasien diharapkan tidak datang seorang diri.

"Jangan datang sendiri agar tidak salah lokasi," demikian keterangan dari Pemprov DKI.

Berikut panduannya:

1. Memiliki hasil lab PCR positif COVID-19
2. Melapor ke Gugus Tugas COVID-19 RT/RW
3. Membawa surat pernyataan tidak mampu isolasi mandiri dari RT atau RW setempat
4. Laporan diteruskan ke Gugus Tugas Kecamatan dan Puskesmas Kecamatan
5. Tim Puskesmas Kecamatan melakukan assessment terhadap hasil lab PCR
6. Jika benar dan merupakan pasien tanpa gejala, pasien dirujuk ke flat isolasi mandiri Kemayoran
7. Puskesmas Kecamatan mendaftarkan pasien secara online
8. Tim di flat isolasi mandiri Kemayoran akan memverifikasi pendaftaran melalui sistem, dan
9. Jika data valid, pasien akan disetujui untuk menjalani isolasi mandiri di flat isolasi mandiri Kemayoran.

Tonton juga 'Pasien OTG di DKI Bisa Isolasi Mandiri di Rumah, Apa Syaratnya?':

[Gambas:Video 20detik]

(man/isa)