Curhat Mahasiswa ke Nadiem: Sebelum Dapat Internet Gratis Duit Habis Beli Kuota

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 16:35 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meresmikan kebijakan bantuan kuota internet untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Nadiem pun mengundang beberapa perwakilan penerima manfaat dari bantuan ini secara virtual.

Salah satu penerima manfaat yang diundang Nadiem adalah Haris Munandar. Haris merupakan mahasiswa S1 Teknik Informatika Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Mendikbud Nadiem Makarim berbincang dengan seorang mahasiswa secara virtual tentang belajar jarak jauh, Jumat (25/9/2020).Nadiem berbincang dengan Haris. (Screenshot)

Nadiem menanyakan tantangan terbesar apa yang harus dilalui mahasiswa selama menjalani PJJ. Kepada Nadiem, Haris bercerita selama ini uangnya habis untuk membeli kuota demi bisa mengikuti kegiatan perkuliahan.

"Bagaimana ini selama PJJ ini mengerjakan tugas-tugas kuliah? Tantangannya luar biasa pasti," tanya Nadiem kepada Haris dalam Acara Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Dana Internet Tahun 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (25/9/2020).

"Jadi sebelum mendapatkan bantuan itu ya saya sangat tahu sekali berapa giga(byte) yang habis. Jadi itu kalau satu kali video conference habisnya itu hampir 1 GB. Dulunya, sebelum dapat bantuan, jadi duit itu habis-habis membeli kuota," jawab Haris.

Haris menjelaskan kegiatan video conference melalui aplikasi paling banyak memakan kuota. Sedangkan, lanjut Haris, dalam seminggu paling tidak ia harus mengikuti video conference sebanyak 10 kali.

"Itu kalau satu dalam satu minggu (video conference) itu bisa 10, lebih dari 10. Jadi bisa dibayangkan kalau dalam sebulan. Apalagi (saat) ini mahasiswa PKKMB kan, pernah satu harian dari pukul 08.00 (pagi) sampai pukul 04.00 (sore) itu data yang dihabiskan sekitar 3 GB," jelasnya.

Untuk itu, Haris sangat bersyukur mendapatkan bantuan kuota gratis dari pemerintah. Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, bantuan ini dapat menunjang kegiatan perkuliahannya.

"Alhamdulillah, sekarang ini sudah mendapatkan bantuan sebanyak 50 GB juga ditambah bantuan dari Tri 30 GB dan 6 GB. Jadi itu sangat membantu, apalagi untuk tugas, ya, saya sebagai mahasiswa khususnya Informatika, untuk browsing seperti di internet, alhamdulillah terbantu. Jadi, overall, dengan program ini saya sangat terbantu," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2