Febri Diansyah Mundur, ICW Soroti Firli Bahuri Bawa Kontroversi di KPK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 14:19 WIB
Kurnia Ramadhana
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) memahami keputusan mundurnya Febri Diansyah dari KPK. Sebab, kondisi KPK dinilai memang tidak seperti dulu lagi.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, menyebut dahulu KPK banyak menuai prestasi. Namun muncul kontroversi-kontroversi sejak KPK dipimpin Firli Bahuri.

"Kalau dulu kita melihat kelembagaan KPK menuai banyak prestasi. Namun, sejak Firli Bahuri menjabat sebagai Ketua KPK, seluruhnya berubah menjadi kontroversi," kata Kurnia kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Selain itu, kata dia, persoalan revisi UU KPK sangat berpengaruh. Menurutnya, revisi UU KPK telah berhasil meluluhlantakkan kewenangan lembaga antikorupsi itu.

"Jika saja orang yang terbukti melanggar kode etik tidak terpilih menjadi Pimpinan KPK dan UU KPK lama masih berlaku, sudah pasti tidak akan ada pegawai KPK yang mengundurkan diri," ujar Kurnia.

Sebelumnya diberitakan, Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK. Dia meninggalkan jabatan sebagai Kabiro Humas KPK.

"Ya, dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit," kata Febri kepada wartawan, Kamis (24/9).

Dari surat pengunduran diri yang diperoleh detikcom, Febri diketahui telah mengajukan pengunduran diri sejak 18 September 2020. Surat pengunduran diri Febri Diansyah itu ditujukan kepada pimpinan KPK, Sekjen KPK, dan Kepala Biro SDM KPK.

Febri mengatakan kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Kondisi itu membuat dia akhirnya memutuskan mundur.

"Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," ungkapnya.

(fas/azr)