Berkas Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra Masuk Tahap II Senin Depan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 12:57 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo
Dirtipidum Brigjen Ferdy Sambo (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri menyampaikan, berkas perkara kasus surat jalan palsu Joko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU). Tahap II pelimpahan berkas, barang bukti, dan tersangka ke Kejaksaan akan dilakukan Senin depan.

"Dalam kasus surat palsu dengan tersangka BJP PU, Anita Kolopaking dan Joko Chandra, sudah dinyatakan lengkap oleh JPU," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Ferdy Sambo saat dimintai konfirmasi, Jumat (25/9/2020).

Dalam kasus ini, Djoko Tjandra yang merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali itu mendapat bantuan surat jalan dari Brigjen Pol Prasetijo Utomo (BJP PU). Surat jalan dikeluarkan agar Djoko Tjandra, yang saat itu merupakan buronan, bisa keluar dari Indonesia untuk melanjutkan pelariannya lagi ke luar negeri.

Dalam kasus ini, pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, terlibat. Sambo menyebut Tahap II pelimpahan berkas akan dilakukan pada 28 September mendatang.

"Selanjutnya akan dilaksanakan tahap II pada hari Senin (28/09)," tuturnya.

Sebelumnya, tim penyidik Bareskrim Polri kembali melimpahkan berkas perkara surat jalan palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pelimpahan tersebut dilakukan setelah penyidik Bareskrim melakukan perbaikan dan melengkapi berkas perkara.

"Tim Sidik BJP PU, Anita Dewi A Kolopaking dan Joko Soegiarto Tjandra pada hari Kamis, tanggal 17 September 2020, telah melakukan pelimpahan kembali berkas perkara para tersangka (BJP Prasetijo Utomo, Anita Dewi Kolopaking, dan Joko Soegiarto Tjandra) kepada JPU Kejaksaan Agung pada pukul 15.30 WIB, dalam rangka pemenuhan P-19 dari JPU," kata Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (18/9).

Pelimpahan dilakukan pada Kamis (17/9) sore. Penyidik Bareskrim juga menyertakan 3 eksemplar berita acara koordinasi dari Kejagung.

"Serta penyerahan 3 (tiga) eksemplar berita acara koordinasi dari Kejaksaan Agung yang telah dilakukan," lanjutnya.

Bareskrim Polri telah memeriksa ahli IT hingga tersangka mantan Karo Kowas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi kekurangan dalam berkas perkara.

"Untuk berkas perkara surat jalan palsu, sesuai petunjuk JPU pada P19 ada beberapa hal yang harus dilengkapi oleh penyidik. Pertama, melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang meringankan tersangka. Kedua melakukan pemeriksaan tambahan terhadap ahli IT, kemudian ketiga pemeriksaan tambahan tersangka PU. Minggu lalu kebetulan hari Jumat sudah dilakukan semuanya," ungkap Karo Penmas Divis Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Berkas perkara Djoko Tjandra dikembalikan dari Kejagung lantaran belum lengkap atau belum P-21. Dalam kasus surat jalan palsu dan pelarian Djoko Tjandra, Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra sendiri sebagai tersangka. Selain itu, pengacaranya, yakni Anita Kolopaking, dan Brigren Prasetijo ditetapkan sebagai tersangka.

"Belum (P-21), masih diberi petunjuk," kata Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana, melalui pesan singkat, Rabu (9/9).

Untuk diketahui, dalam kasus surat jalan palsu dan pelarian Djoko Tjandra, Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra sendiri sebagai tersangka. Selain itu, pengacaranya, yakni Anita Kolopaking, dan mantan Karo Kowas PPNS Bareskrim Polri Brigren Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka.

(elz/ear)