Lapas Rokan Hilir Over Kapasitas 800%, Pemkab Hibahkan Lahan 14,2 Hektare

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 12:09 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Pekanbaru -

Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Bagansiapiapi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau kondisinya over kapasitas hingga 800 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil turut prihatin sehingga memberikan bantuan berupa lahan hibah seluas 14,2 hektare untuk pembangunan lapas yang baru.

"Untuk mengantisipasi masalah over kapasitas pada Lapas Bagansiapiapi, Bupati Rohil (Suyatno) menyerahkan tanah seluas 14,2 hektare dari yang semula 10 hektare untuk pembangunan lapas yang baru," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun, kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Ibnu menjelaskan, secara simbolis penyerahan bantuan lahan hibah untuk pembangunan lapas yang baru tersebut dilaksanakan pada Senin (21/9) lalu. Lokasi lahan hibah untuk pembangunan lapas tersebut terletak di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih. Lokasi ini dinilai sangat strategis karena berdekatan dengan Polres dan Pengadilan Negeri Rohil.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Rohil yang mendukung jajaran Kemenkumham dalam mengatasi masalah over kapasitas pada Lapas Bagansiapiapi. Juga mengapresiasi Kepala Lapas Bagansiapiapi yang telah membangun komunikasi dan bersinergi dengan baik terhadap pimpinan daerah dan Forkopimda di Rohil," kata Ibnu.

Dengan bantuan lahan tersebut, Ibnu menyebutkan pihaknya akan segera membangun lapas baru. Seluruh Lahan yang dihibahkan akan dipakai untuk perluasan lapas.

"Luas tanah 14,2 hektare ini sangat fantastis. Melihat semangat dukungan Bupati Rohil (Suyatno) yang luas biasa, pantang bagi kami surut ke belakang. Kami akan maju terus, sehingga pembangunan Lapas Bagansiapiapi akan segera terlaksana," kata Ibnu.

Kalapas Bagansiapiapi, Wahid Wibowo menambahkan, bahwa saat ini jumlah warga binaan di dalam sebanyak 797 orang. Padahal kapasitasnya seharusnya hanya bisa dihuni warga binaan hanya untuk 98 orang.

Bangunan lapas saat ini berada di lahan 3.700 meter persegi tidak memungkinkan untuk menambah bangunan baru dalam mengatasi over kapasitas. "Jumlah warga binaan kita saat ini sebanyak 797 orang, padahal semestinya hanya dihuni 98 orang. Artinya, tingkat over kapasitas mencapai 800 persen," kata Wahid.

(cha/zap)