Round-Up

Pro Kontra Usulan Fadli Zon Ganti Sumbar Jadi Minangkabau

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 06:35 WIB
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon kembali menyindir Presiden Jokowi dalam sebuah diskusi di Seknas Prabowo-Sandi.
Fadli Zon. (Foto: Grandyos Zafna)

Waka DPR Dasco: Bukan Hal Baru

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai usulan tersebut bukan hal yang baru.

"Ini bukan hal yang baru karena sudah pernah di periode lalu ada FGD-FGD yang membahas itu," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Dasco menilai segala macam usulan itu sah. Terlebih, usulan ini juga menyangkut karakteristik suatu daerah.

Dasco mengingatkan agar usulan itu memiliki kajian yang dalam. Selain itu, usulan perubahan nama provinsi juga perlu menyesuaikan situasi dan kondisi.

Politikus Gerindra ini juga menyoroti perlunya keterlibatan masyarakat dalam usulan tersebut. Menurutnya, dalam sebuah Fokus Group Discusion (FGD) harus melibatkan tokoh adat hingga masyarakat.

Legislator Sumbar: Ada Implikasi Adat

Anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat Darul Siska berpendapat Minangkabau punya implikasi adat, bukan sekadar administrasi wilayah.

"Kata Minangkabau mempunyai implikasi adat, bukan semata-mata wilayah dan administrasi pemerintahan," kata Darul kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Menurut Darul, usulan mengganti nama Provinsi Sumbar sebelumnya juga pernah muncul. Saat disinggung soal urgensi mengganti nama provinsi, politikus Golkar itu justru mengembalikan kepada si pemberi usul atau Fadli Zon sendiri.

Darul menilai ada yang lebih dibutuhkan Sumatera Barat daripada mengganti nama provinsi. Dia mengatakan, perlu difokuskan lagi pembangunan di daerah tersebut agar bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3