Febri Diansyah Mundur, Anggota Komisi III: Pengabdiannya Dicatat Sejarah di KPK

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 06:24 WIB
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat memberikan keterangan pers terkait Kongres V Partai Demokrat. Kongres akan digelar pada 15 Maret 2020 di JCC Senayan.
Anggota Komisi III Hinca Pandjaitan (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Febri Diansyah mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan mengatakan pengabdian Febri memberikan warna dan dicatat dalam perjalanan KPK.

"Saya kira semua kita punya pilihan, apapun pilihan itu kita hormati. Pengabdian Febri di KPK selama ini memberikan warna tersendiri dan dicatat sejarah dalam perjalanan KPK," kata Hinca, saat dihubungi Kamis (24/9/2020).

Hinca menyebut, KPK perlu mencatat hal-hal baik dari Febri untuk terus menjaga marwah KPK. Hinca juga mendoakan Febri dapat terus sukses.

"Sekarang dia memilih jalan baru untuk ia berkarya kita hormati, semoga sukses. Untuk KPK, bisa mencatat hal-hal yang baik dari Febri untuk terus menjaga marwah KPK yang disegani rakyat Indonesia," tutur dia.

Terkait alasan pengunduran diri Febri, Hinca menilai Febri memiliki pandangan tersendiri terkait KPK. Namun, menurut Hinca kinerja KPK perlu lebih baik dari waktu ke waktu.

"Kalau soal alasan itukan jadi subjektif ya. Febri punya pandangannya. KPK sebagai lembaga harus makin baik dari waktu ke waktu, setiap kepimpinan punya langgam dan stylenya, yang utama kinerja KPK harus baik dalam rangka memerangi dan memberantas korupsi," pungkasnya.

Diketahui, mantan Jubir KPK Febri Diansyah mengundurkan diri dari lembaga antikorupsi itu. Dari surat pengunduran diri yang diperoleh detikcom, Febri diketahui telah mengajukan pengunduran diri sejak 18 September 2020.

"Ya, dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit," kata Febri kepada wartawan, Kamis (24/9).

Dalam surat itu, Febri mengatakan sejak awal dia menjadi pegawai KPK adalah sebagai ikhtiar pemberantasan korupsi. Namun Febri mengatakan kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK.

"KPK adalah contoh sekaligus harapan bagi banyak pihak. Untuk dapat bekerja dengan baik, independensi merupakan keniscayaan," tulis Febri dalam surat yang didapat detikcom pada Kamis (24/9).

"Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," imbuhnya.

(dwia/aud)