Kronologi Pelanggar Operasi Yustisi Tabrak Satpol PP di Cakung Jaktim

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 21:47 WIB
Sejumlah warga terjaring razia dalam operasi yustisi pencegahan COVID-19 di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Mereka yang terjaring langsung disidang di tempat.
Pelang operasi yustisi dalam pencegahan COVID-19. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Seorang pria berinisial IBC (50) menabrak petugas Satpol PP berinisial JR (36) saat terjaring operasi yustisi di Cakung, Jakarta Timur. BC ditindak petugas karena tidak memakai masker.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/9) pukul 10.00 WIB di Jalan Irigasi, Kelurahan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Kala itu petugas gabungan mendapati IBC mengendarai mobil tanpa menggunakan masker.

"Jadi kami tiga pilar melaksanakan operasi yustisi, saat itu pelaku pakai mobil dan nggak pakai masker. Disetop petugas untuk dimintai sanksi. Tapi pelaku menolak dan segera tancap gas sehingga petugas di depannya tertabrak," kata Kapolsek Cakung Kompol Satria ketika dihubungi wartawan, Kamis (24/9/2020).

Petugas sempat mengejar mobil IBC tersebut. Setelah berhasil diberhentikan, IBC menolak diberi sanksi pelanggaran operasi yustisi. Menurut Satria, saat itu pelaku beralasan tidak mengetahui adanya operasi yustisi tersebut.

"Kita minta baik-baik untuk turun dia menolak. Kita jelaskan juga kesalahannya tapi menyangkal dan bilang nggak mengetahui sedang dilaksanakan operasi yustisi," terang Satria.

Sementara itu, petugas Satpol PP berinisial JR (36) yang ditabrak IBC mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya. Korban pun diketahui telah membuat laporan di Polsek Cakung.

"Betul, betul sudah buat laporan," imbuh Satria.

Namun, dari hasil pemeriksaan di Polsek Cakung, polisi menyebut IBC terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. Untuk itu, polisi telah mengirim pelaku ke RS Polri untuk menjalani tes kejiwaan.

Saat digeledah mobilnya, petugas mendapati IBC bersama anaknya berusia 10 tahun. Anak tersebut berkebutuhan khusus dan penuh luka lebam. Polisi curiga anak tersebut mendapat kekerasan.

"Untuk tindak pidana sudah ada karena dia melawan petugas yang sedang melawan tugasnya. Setelah kita kembangkan juga ada kekerasan terhadap anak. Tetapi hasil pemeriksaan kita melihat adanya gangguan jiwa kepada pelaku, kami rujuk ke RS Polri dan kami menunggu hasil apa pelaku itu bisa dikenakan hukum yang dilanggar," terang Satria.

Jika hasil pemeriksaan kejiwaan menunjukkan IBC dalam kondisi normal, jeratan pasal berlapis telah menunggu IBC. Pasal tersebut adalah Pasal 212 KUHP atas tindakan melawan petugas serta Pasal 80 tentang UU Perlindungan Anak.

(mea/mea)