Sidang Tewasnya Mahasiswa Kendari, Peluru Brigadir AM Nyasar ke Kaki Ibu Hamil

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 20:00 WIB
Kepala Subbid Fisika dan Komputer Forensik Labfor Polda Sulawesi Selatan, Wiji Purnomo, memberikan kesaksian di PN Jaksel, Kamis (24/9/2020).
Kepala Subbid Fisika dan Komputer Forensik Labfor Polda Sulawesi Selatan, Wiji Purnomo, memberikan kesaksian di PN Jaksel. (Isal Mawardi/detikcom)

Kemudian, peluru yang ditemukan di depan kampus Trisakti, Kendari, tidak dapat diketahui asal usulnya. Pasalnya, peluru sudah rusak parah.

"Ketiga anak peluru di gerobak martabak. Setelah kita periksa dan uji balistik menggunakan peluru pembanding ternyata identik dengan senjata api yang digunakan oleh Abdul Malik yaitu HS9 dengan kode H26298," ucap Wiji.

Untuk diketahui, dalam persidangan ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Brigadir AM. AM didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan terkait tewasnya mahasiswa Universitas Halu Ole, Kendari, bernama Randi. Randi diduga tewas karena tertembak saat mengikuti demo di DPRD Sultra yang berakhir ricuh.

Brigadir AM didakwa dengan tiga dakwaan, yakni dakwaan kesatu primer Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP atau kedua Pasal 360 ayat 2 KUHP. Jaksa menyebut perbuatan Brigadir AM terkait tewasnya mahasiswa Kendari yang diduga tertembak saat berunjuk rasa di DPRD Sultra dan menyebabkan seorang ibu hamil terluka tembakan di kakinya.


(isa/zak)