Gerindra soal Febri Diansyah Mundur: Tak Pengaruhi KPK, Orang Ini Tak Spesial

Rahel Narda C - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 19:27 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Febri Diansyah mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman menilai mundurnya Febri tidak akan berpengaruh kepada KPK.

"Kalau sekarang dia mundur, ya, nggak akan berpengaruh juga bagi KPK," kata Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Habiburokhman, yang juga menjabat anggota Komisi III DPR RI, mengatakan Febri memiliki hak untuk mundur dari posisinya. Ia pun menilai Febri tidak spesial di KPK.

"Ya itu hak beliau untuk mundur. Tapi jujur, kalau saya menilai orang ini memang biasa-biasa aja, nggak ada yang spesial," kata Habiburokhman.

Terkait alasan Febri mengundurkan diri dari KPK, Habiburokhman meminta Febri tidak berpolitik (politicking). Menurutnya, alasan mantan Jubir KPK itu tidak memiliki tolok ukur.

"Saya justru sarankan dia jangan politicking, omongan dia itu kan nggak jelas ukurannya. Kalau mau berpolitik, ya, masuk partai aja kayak saya," tuturnya.

Menurut Habiburokhman, Febri juga cenderung menyuarakan pendapat pribadi daripada kebijakan institusi. Khususnya, saat Febri masih menjabat Jubir KPK.

"Sebagai jubir dia sering terlihat lebih menyuarakan opini dan pendapat pribadi ketimbang kebijakan institusi KPK," ucap Habiburokhman.

Diketahui, mantan Jubir KPK Febri Diansyah mengundurkan diri dari lembaga antikorupsi itu. Dari surat pengunduran diri yang diperoleh detikcom, Febri diketahui telah mengajukan pengunduran diri sejak 18 September 2020.

"Ya, dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit," kata Febri kepada wartawan, Kamis (24/9).

Dalam surat itu, Febri mengatakan sejak awal dia menjadi pegawai KPK adalah sebagai ikhtiar pemberantasan korupsi. Namun Febri mengatakan kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK.

"KPK adalah contoh sekaligus harapan bagi banyak pihak. Untuk dapat bekerja dengan baik, independensi merupakan keniscayaan," tulis Febri dalam surat yang didapat detikcom pada Kamis (24/9).

"Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," imbuhnya.

(zak/zak)