Muhadjir Akui Tenaga Pendamping Desa dari 12 Kementerian Belum Terintegrasi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 18:10 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Foto: Dok Kemenko PMK)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyoroti kurangnya sinergitas antara penyuluh desa dari 12 kementerian dan lembaga dalam melakukan pendampingan. Dia meminta kerja sama antar penyuluh itu ditingkatkan.

Muhadjir awalnya menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pentingnya integrasi antar kementerian dan lembaga dalam melakukan pendampingan di desa. Hal itu disampaikan Muhadjir usai mengikuti Rapat Terbatas Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa bersama Presiden Jokowi yang disiarkan YouTube Setpres, Kamis (24/9/2020).

"Presiden menekankan pentingnya integrasi dari berbagai macam dana yang berasal dari kementerian dan lembaga-lembaga yang jumlahnya sangat banyak yang semua sebetulnya bermuara ke desa," kata Muhadjir.

Presiden Jokowi, kata Muhadjir menekankan agar setiap kementerian dan lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri. Muhadjir kemudian menyoroti kurangnya kerja sama antara penyuluh desa dari masing-masing kementerian dan lembaga.

"Sehingga beliau mengimbau supaya tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi harus terintegrasi satu sama lain sehingga akan bisa memperkuat daya ungkit ekonomi di pedesaan. Salah satunya yang bisa saya kutip adalah belum terintegrasinya tenaga-tenaga pendamping dan penyuluh yang berasal dari kurang lebih dari 12 kementerian dan lembaga yang belum bersinergi secara optimal di desa," katanya.

Pada catatan Muhadjir, lebih dari 306 ribu tenaga pendamping desa berasal dari 12 kementerian dan lembaga. Sementara khusus dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ada sebanyak 36.000 orang.

"Berdasarkan catatan saya jumlah tenaga pendamping dan penyuluh yang sekarang berada di desa yang berasal dari 12 kementerian dan lembaga itu 306.267 sementara dari Kemendes sendiri itu memiliki tenaga pendamping 36.384 orang," katanya.

Muhadjir menyadari jumlah tenaga penyuluh itu tidak akan mencukupi kebutuhan desa yang ada di Indonesia jika berjalan sendiri-sendiri. Sehingga dia menekankan agar 12 kementerian dan lembaga itu saling bekerja sama.

"Dan ini kalau dikaitkan dengan desa, sebetulnya jumlahnya masih kurang karena jumlah desa itu 74.953 desa dengan asumsi satu desa satu pendamping jumlahnya masih kurang. Tapi seandainya tenaga pendampingnya yang jumlahnya 306.000 itu disinergikan maka sebetulnya kekurangan seperti ini akan bisa ditutupi dan bahkan bisa saling menutupi," tutur dia.

(lir/dhn)