Bareskrim Susun Konstruksi Hukum Penyidikan Kebakaran Gedung Kejagung

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 17:20 WIB
Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono (Rahel Narda C/detikcom)
Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono (Rahel Narda C/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri memeriksa sejumlah saksi dan ahli terkait kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, hari ini. Selain itu, Bareskrim tengah menyusun konstruksi hukum dalam penyidikan kasus ini.

"Menyusun konstruksi hukum dalam penyidikan kasus kebakaran ini," kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2020).

Awi mengatakan penyidik juga memeriksa pihak pabrik pembuat lift di gedung Kejagung.

"Penyidik juga melakukan koordinasi dengan pabrik pembuat lift di gedung utama, yakni PT Mitsubishi Electric," ujar Awi.

Sebelumnya, Bareskrim Polri hari ini memeriksa sejumlah saksi dan ahli terkait kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Total ada 13 orang yang diperiksa, terdiri atas tujuh saksi dan enam ahli.

"Hari Kamis (24/09) pukul 13.00 WIB, tim penyidik gabungan Polri kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung memeriksa tujuh orang saksi, terdiri dari pihak swasta, pekerja, cleaning service, ASN, dan jaksa di Kejaksaan Agung," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Sementara itu, ada enam ahli yang dimintai keterangan dalam pemeriksaan. Ahli-ahli yang dihadirkan merupakan ahli Puslabfor, ahli kebakaran, dan ahli hukum pidana.

"Enam orang ahli terdiri dari ahli Puslabfor, ahli Kebakaran dari IPB dan UI, serta ahli Hukum Pidana dari UI, Usakti, dan UMJ," ujar Ferdy.

(ibh/ibh)