Gagal Jadi Wagubnya Anies, Nurmansjah Lubis Jadi Komisaris Jakpro

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 16:39 WIB
Cawagub DKI Jakarta Nurmansjah Lubis menyerahkan  berkas persyaratan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Nurmansjah Lubis (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta -

Nurmansjah Lubis ditunjuk menjadi Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Politikus PKS yang pernah bersaing dengan Ahmad Riza Patria untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI ini telah menjadi Komisaris Jakpro per Agustus 2020.

Sekretaris Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Riyadi mengatakan Nurmansjah terpilih menjadi Komisaris Jakpro atas keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Iya betul. Belum lama sih, awal September atau akhir Agustus saya lupa ya tanggalnya," ujar Riyadi kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

"Ada mekanisme segala macam, tetap di proses assessment, di proses fit and proper test segala. Ada proses itu kemudian disahkan oleh RUPS," katanya.

Menurutnya, Nurmansjah mengajukan diri menjadi Komisioner Jakpro dengan cara mengirimkan CV. Setelah itu, para pemegang saham melakukan penilaian.

Dalam hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selaku pemegang saham terbesar di PT Jakpro memutuskan memilih Nurmansjah menjadi salah satu komisaris. Riyadi mengatakan Nurmansjah hanya menjadi anggota komisaris, bukan komisaris utama.

"Iya pada saat diterima berarti Pak Gubernur setuju kan gitu kan, kalau misalkan Pak Gubernur nggak setuju kan RUPS menolak, nggak ngangkat, jadi mekanismenya gitu ada proses orang ngajuin lamaran, kemudian diproses ada assessment, ada tes gitulah kan, nanti hasil tesnya kayak direkomendasikan, kita usulkan ke RUPS, misalkan ada pemegang saham nggak setuju, ya nggak jadi," kata Riyadi.

Sebelumnya, PKS harus merelakan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah kalah dari Gerindra di rapat paripurna (rapur) pemilihan. Jarak perolehan suara di antara keduanya jauh.

Nurmansjah Lubis, dari PKS hanya mendapat 17 suara. Sedangkan rivalnya, Ahmad Riza Patria, memperoleh 81 suara. Selain itu, dua suara dinyatakan tidak sah.

Jumlah anggota DPRD DKI Jakarta sebanyak 106 orang, tapi hanya 100 orang yang hadir dalam pemilihan tersebut. Enam orang yang tidak hadir berasal dari Fraksi PSI. Sedangkan dua anggota Fraksi PSI yang lain hadir sebagai anggota panlih dan saksi pemilihan.

Dilihat dari persebaran kursi pemilihan, kursi paling banyak di DPRD adalah PDIP dengan perolehan 25 kursi. Sedangkan kursi paling sedikit adalah PPP dengan 1 kursi.

Gerindra mendapat kursi kedua paling banyak dengan 19 Kursi. Sedangkan PKS di urutan ketiga dengan 16 kursi. Jadi, PKS hanya bisa menambah satu suara dari total kursi yang didapat untuk Nurmansjah. Berbeda dengan Gerindra yang mampu mendominasi pemilihan wagub tersebut.

(man/jbr)