Erwin Aksa: Saya Sudah Laporkan Eep ke Polisi Perbuatan Tak Menyenangkan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 11:14 WIB
Blak Blakan Bersama Erwin Aksa

Tim Blak Blakan detikcom berkesempatan mewawancarai Mantan Politikus Golkar Erwin Aksa yang baru saja mengundurkan diri karena memiliki pandangan yang berbeda dengan Partai Golkar, Jakarta, Rabu (20/3/2019). Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Ketua Tim Munafri Arifuddin-Rahman Bando, Erwin Aksa mengatakan telah melaporkan Eep Saefulloh Fatah ke Polda Sulsel. (Grandyos Zafna-detikcom)
Makassar -

Ketua Tim Munafri Arifuddin-Rahman Bando, Erwin Aksa resmi melaporkan pendiri Polmark Indonesia Eep Saefullah Fatah ke polisi. Eep dilaporkan dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

"Sudah saya laporkan di Polda Sulsel, dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan," kata Erwin Aksa saat ditemui di Makassar, Kamis (24/9/2020).

Laporan kepada Eep dilakukan melalui tim kuasa hukum Appi-Rahman Bando pada Jumat (18/9) lalu. Setelah pelaporan ini, Erwin mengaku bersedia dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Progresnya pasti butuh BAP terhadap saya sebagai pelapor. Itu diperlukan tapi saya baru tiba di Makassar," ujarnya.

Meski telah melaporkan Eep ke polisi, Erwin tetap membuka pintu mediasi untuk mencari titik temu dari permasalahan antara mereka. Apalagi, Erwin tetap menanggap Eep sebagai sahabatnya.

"Saya dengan mas Eep ini kan teman dan sahabat, mudah-mudahan kita cari jalan keluar yang terbaik, jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat kita cari titik temu dan mediasi yang baik," terangnya.

"Tapi kita juga ingin teman-teman para pelaku konsultan politik untuk berhati hati dalam memberikan statement dan mengakui kontrak yang ada," imbuhnya.

Kasus ini bermula ketika Appi-Rahman mengeluarkan meme hasil survei yang dilakukan oleh Polmark Indonesia di Pilwakot Makassar yang merupakan konsultan politik mereka. Belakangan, Meme hasil survei itu kemudian tidak diakui oleh Eep dengan menyebut tidak pernah mengeluarkan meme itu.

Hal itu yang membuat Erwin Aksa geram. Apalagi, pihaknya telah membayar fee kontrak kerjasama dengan Polmark Indonesia sebesar Rp 1,5 M. Buntutnya, Erwin secara tegas memecat dan mengusir Eep keluar dari Makassar.

Eep sebelumnya menanggapi soal rencana bakal dipolisikan. Eep menegaskan tidak berniat mempermalukan siapa pun.

"Ketika saya menegaskan sejak awal--sebelum masalah ini mencuat menjadi isu publik--bahwa saya memang ingin mengutamakan persahabatan dan persaudaraan di atas kemitraan bisnis, saya bersungguh-sungguh. Dalam konteks ini, saya sama sekali tak memiliki niat untuk mempermalukan EA atau siapa pun," kata Eep dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

Lihat juga video 'Erwin Aksa Cerita di Balik Perseteruannya dengan Bos PolMark':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2