Eks Dirkeu Jiwasraya Susul Akil di Daftar Sejarah Tuntutan Tertinggi Kasus Korupsi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 10:40 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Gedung PN Jakpus (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman penjara seumur hidup. Ini merupakan tuntutan tertinggi di sejarah kasus korupsi di Indonesia. Sebelum Hary, ada sejumlah nama seperti Akil Mochtar yang juga dituntut penjara seumur hidup karena kasus korupsi.

Tuntutan untuk Hary Prasetyo dibacakan jaksa pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (23/9/2020). Jaksa juga menuntut Hary didenda Rp 1 miliar.

"Menuntut supaya dalam perkara ini majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili untuk memutuskan: menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana penjara seumur hidup denda Rp 1 miliar. Apabila tidak membayar denda, akan diganti 6 bulan kurungan," imbuh jaksa.

Jaksa juga memerintahkan agar majelis hakim merampas beberapa barang bukti milik Hary. Barang bukti akan dirampas untuk negara dalam hal ini diserahkan ke Kementerian Keuangan RI.

Seperti diketahui, tak banyak terdakwa kasus korupsi yang dituntut bui seumur hidup. Salah satunya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Saat menjadi Ketua MK, Akil terlibat 'dagang' putusan dan korupsi keadilan.

Pada 2014, jaksa menuntut Akil dengan pidana seumur hidup. Tuntutan itu terkait sejumlah dakwaan untuk Akil mulai dari suap, gratifikasi, pemerasan dan pencucian uang.

"Menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan pidana hukuman seumur hidup dan denda Rp 10 miliar," ujar Jaksa Pulung Rinandoro membacakan surat tuntutan.

Akil dijerat dengan Pasal 12 huruf C (tentang penerimaan suap) Pasal 11(tentang penerimaan gratifikasi) UU 20 Tahun 2001 Tentang Tipikor dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU 8 Nomer 2010 Tentang TPPU. Ancaman maksimal dari pasal tersebut di atas adalah hukuman seumur hidup.

Apa kata majelis hakim? Kala itu, majelis hakim memvonis Akil dengan hukuman bui seumur hidup. Vonis itu dikuatkan di tingkat banding dan kasasi. Akil Mochtar kini menghuni LP Sukamiskin.

(fas/imk)