Kaitkan Pergantian Panglima-Film G30S/PKI, Gatot Dinilai Nostalgia Demi 2024

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 08:11 WIB
Hendri Satrio
Pengamat Politik Hendri Satrio (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Gatot Nurmantyo mengaitkan pergantian jabatan sewaktu masih sebagai panglima TNI dengan perintah menonton film G30S/PKI. Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensat), menilai hal itu merupakan cara Gatot mendongkrak popularitas.

"Dia lebih ingin masyarakat kembali mengingat dia sebagai sosok panglima yang berseberangan dengan PKI jadi mencoba untuk meningkatkan popularitas melalui nostalgia," ujar Hendri ketika dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).

Hendri menyebut aksi Gatot ini tentunya ditujukan agar namanya semakin popular di Pilpres 2024. "Iya (mengarah ke Pilpres) dia kan lagi usaha untuk meningkatkan popularitas dia, itu salah satu usahanya," lanjutnya.

Hendri menyarankan agar Gatot mengikuti tren bila ingin mendongkrak popularitas. Salah satu tren yang dinilai dapat mengangkat nama Gatot, yakni penanganan COVID-19 dan ekonomi.

"Trennya adalah COVID dan ekonomi. Jadi sebetulnya yang ditunggu dari masyarakat adalah bagaimana usulan-usulan Pak Gatot terhadap penanganan COVID dan solusi terhadap resesi ekonomi. Daripada bicara nostalgia-nostalgia aja," terangnya.

Diketahui sebelumnya, Gatot Nurmantyo berbicara soal perintah menonton film 'G30S/PKI' dalam channel YouTube Hersubeno Point seperti dikutip pada Rabu (23/9). Gatot Nurmantyo mulanya menyinggung berita pada 2017 soal generasi muda tidak percaya adanya PKI.

Gatot pun berbicara soal arahannya untuk menonton film 'G30S/PKI' untuk memberi peringatan ketika dia menjabat Panglima TNI. Gatot lalu mengaitkan arahan ini dengan pergantian Panglima TNI.

"Pada saat saya menjadi Panglima TNI, saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, 'Pak Gatot, hentikan itu. Kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti'," kata Gatot.

"Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti," sebut Gatot.

(isa/idn)