Round-Up

Jejak Sejoli Pemutilasi: dari Kedai Kopi hingga Detik-detik Eksekusi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 07:22 WIB
Polisi telah menangkap dua pelaku mutilasi di Apartemen Kalibata City. Keduanya adalah Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin yang merupakan pasangan kekasih.
Tersangka mutilasi, Laeli Atik Supriyatin. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Berikutnya, kedua tersangka diketahui mengontrak sebuah rumah di Permata Cimanggis, Tapos, Depok. Rumah itu dipersiapkan untuk menguburkan jenazah korban.

Kedua tersangka sudah menggali lubang untuk menguburkan jasad korban. Namun hal ini gagal lantaran keduanya keburu ditangkap polisi pada Rabu (16/9).

Penyelidikan polisi juga mengungkap, kedua tersangka pernah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di sini, kedua tersangka membeli pisau daging dan gergaji untuk memutilasi korban. Peralatan itu dibeli kedua tersangka pada tanggal 12 September 2020.

Selanjutnya, kedua tersangka terjejak di sebuah toko emas Pasar Baru. Di sini, kedua tersangka membelanjakan uang korban untuk membeli sejumlah perhiasan. Mereka membeli emas batangan seberat total 11,5 gram dari toko tersebut.

Mereka juga diketahui pernah datang ke sebuah show room motor di Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana mereka membeli motor Yamaha N-Max, yang kemudian disita polisi sebagai barang bukti.

Sekali lagi, mereka diketahui pernah ke Tapos, Depok. Bukan untuk mengontrak, tetapi membeli sekop dan cangkul untuk gali 'kuburan korban'.

Kedua tersangka ini juga pernah ke Senen, Jakarta Pusat untuk membeli koper baru. Koper itu digunakan untuk mengangkut potongan jasad korban dari Apartemen pasar Baru Mansion ke Apartemen Kalibata City. Potongan tubuh korban diangkut menggunakan 2 koper dan 1 tas ransel.

Di Indomaret Tanjung Barat, Jaksel, kedua tersangka diketahui pernah datang mengambil uang korban di ATM. Mereka membeli cat di sebuah toko bangunan di Jakpus, untuk menutupi bercak darah korban yang menempel pada kasur dan dinding Apartemen Pasar Baru Mansion.

Kedua tersangka juga terlacak sempat membeli guling dan seprei untuk mengganti guling dan seprei yang terkena darah korban di Apartemen Pasar Baru Mansion.

Halaman

(mei/mei)