PD Serang MAKI soal Data Jaksa Agung, Lempar Isu Gesekan Politik

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 17:08 WIB
Wasekjen PD Rachland Nashidik
Wasekjen PD Rachland Nashidik. (Farih/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) menyoroti kasus yang melibatkan Djoko Tjandra. Partai Demokrat menganggap serangan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada Jaksa Agung dalam kasus Djoko Tjandra memunculkan kesan adanya gesekan di tingkat elite politik.

"Serangan MAKI pada Jaksa Agung, yang melampirkan bocoran cetak komunikasi antar pihak-pihak tertentu yang disangka terlibat, menguatkan kesan adanya gesekan di tingkat elit itu. Bagaimana bisa mereka mendapat cetak komunikasi yang bagi warga negara biasa terbilang mustahil, bahkan terlarang?" ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Rachland Nashidik, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2020).

Rachland mengatakan penyerangan Jaksa Agung dilakukan tidak dengan bukti langsung. Menurutnya, hal ini menunjukkan hal yang tergesa-gesa dan menunjukkan adanya gesekan atau kompetisi dalam lingkup internal gedung bundar.

"Bahwa Jaksa Agung serta merta diserang, dengan bukti-bukti bersifat circumstantial, bukan bukti langsung, itu menunjukkan suatu ketergesa-gesaan yang mungkin dipantulkan dari adanya kompetisi dan gesekan di internal Gedung Bundar itu sendiri, plus pihak-pihak luar yang berkepentingan," tuturnya.

Rachland menilai kasus Djoko Tjandra bukan hanya kasus hukum biasa. Hal itu, kata dia, membuktikan gurita kuasa plutokrat dalam politik Indonesia.

"Kasus Djoko Tjandra bukan semata kasus hukum. Lebih dalam, ini adalah bukti gurita kuasa plutokrat dalam politik Indonesia. Tentu bukan tanpa pertimbangan dan akses politik, bila pengusaha yang sudah dikenal sejak jaman Orde Baru ini, baru sekarang mendapat keberanian untuk menyelundupkan dirinya kembali ke Indonesia," kata Rachland.

"Sebaliknya, bahwa upayanya gagal, belum tentu itu disebabkan oleh perkasanya hukum kita. Bisa jadi ia gagal karena gesekan atau kompetisi politik di tingkat elit," sambungnya.

Oleh sebab itu, Rachland menilai kasus Djoko Tjandra perlu ditangani dengan semangat merah putih. Serta membiarkan bukti hukum menunjukkan siapa saja yang terlibat dan bersalah.

"Hemat saya, kasus Djoko Tjandra perlu ditangani oleh para penegak hukum dengan semangat Merah Putih. Biarlah bukti-bukti hukum semata yang nanti menunjukkan siapa saja terlibat dan bersalah," pungkasnya.

(dwia/fjp)