KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon di Pilwalkot Cilegon 2020

M Iqbal - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 16:32 WIB
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon di Pilwalkot Cilegon 2020
KPU tetapkan 4 pasangan calon di Pilwalkot Cilegon 2020. (Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon menetapkan empat pasangan calon di Pilwalkot Cilegon 2020. Keempatnya dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pasangan calon.

Keempat pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Cilegon adalah Ratu Ati Marliati-Sokhidin (Golkar, Gerindra, NasDem, PKB), Ali Mujahidin-Firman Mutakin (jalur perseorangan), Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta (Berkarya, PKS), dan Iye Iman Rohiman-Awab (PAN, PPP, Demokrat).

"Kegiatan hari ini melakukan rapat pleno penetapan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Cilegon. Hasilnya, untuk penetapan calon ini semua pasangan calon kita tetapkan dari bapaslon sebagai calon," kata komisioner KPU Cilegon Eli Jumaeli kepada wartawan, Rabu (23/9/2020).

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon di Pilwalkot Cilegon 2020KPU tetapkan 4 pasangan calon di Pilwalkot Cilegon 2020. (Iqbal/detikcom)

Penetapan pasangan calon sudah sesuai berita acara hasil penelitian dokumen yang sudah dilakukan oleh KPU. Keempat paslon itu dinyatakan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pasangan calon.

"Jadi penetapan calon yang hari ini sudah kita lakukan itu berdasarkan berita acara hasil penelitian keabsahan dokumen yang sudah kita umumkan di laman KPU tanggal 14 September di mana ada status untuk syarat pencalonan dan syarat calon," kata dia.

Tahapan selanjutnya KPU akan melakukan pengundian nomor urut. Pelaksanaannya dilakukan pada Kamis (24/9). Pengundian nomor urut dihadiri pasangan calon dan tidak diperkenankan membawa massa.

"Selanjutnya, sesuai dengan tahapan kegiatan besok itu adalah rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota akan kita laksanakan di Hotel Royal Krakatau," kata dia.

Para Kandidat: Dari Eks Kasat Intel hingga Ketua Yayasan

KPU Kota Cilegon menetapkan 4 paslon maju di Pilwalkot Cilegon 2020. Kontestasi Pilkada Serentak di Cilegon dimeriahkan calon berlatar belakang mantan Kasat Intel hingga Ketua Yayasan.

Keempat paslon tersebut ialah, Ratu Ati Marliati-Sokhidin, Ali Mujahidin (Mumu)-Firman Mutakin, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta, dan Iye Iman Rohiman-Awab. Dari empat paslon, hanya Mumu-Firman yang maju melalui jalur perseorangan.

Ratu Ati Marliati-Sokhidin

Pasangan ini merupakan petahana yang kembali maju pada Pilwalkot 2020. Ati adalah satu-satunya calon perempuan yang bertarung di Pilwalkot Cilegon. Pasangan Ati-Sokhidin diusung 4 partai, yakni Partai Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB. Dari 4 partai itu, petahana meraup 20 kursi di lembaga legislatif.

Ratu Ati saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Cilegon, ia pensiun dini dari PNS dan jabatan terkahirnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Cilegon. Ia ditunjuk Partai Golkar mengisi kekosongan jabatan Wakil Wali Kota menggantikan Edi Ariadi yang naik jadi Wali Kota setelah eks Wali Kota Cilegon Iman Ariadi tersangkut kasus korupsi.

Wakilnya, Sokhidin pernah bertugas di kepolisian. Ia duduk sebagai Kanit Intel Polsek Waringin Kurung, Serang, Banten. Ia juga pensiun dini sebagai polisi. Sokhidin kemudian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada 2014 dari Partai Gerindra dan terpilih serta duduk sebagai Wakil Ketua DPRD.

Sokhidin kemudian mundur dari jabatan dan Wakil Ketua sekaligus DPRD Cilegon sebelum KPU mengumumkan penetapan pasangan calon pada Rabu (23/9).

Ali Mujahidin-Firman Mutakin

Duet Mumu-Firman bukan berasal dari partai politik. Keduanya maju dari jalur perseorangan. Pasangan ini berhasil mengumpulkan syarat dukungan yang telah ditetapkan KPU hingga ditetapkan sebagai pasangan calon dan resmi mengikuti tahapan Pilkada Serentak 2020.

Ali Mujahidin atau yang biasa disapa Mumu adalah seorang Ketua Pengurus Besar Yayasan Al-Khairiyah. Yayasan yang dipimpinnya berbasis pendidikan Islam. Yayasannya tersebar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Mumu pernah melawan klan politik Jombang yang saat ini diwarisi oleh Ratu Ati Marliati pada Pilkada 2010 lalu. Mumu saat itu mencalonkan diri bersama politisi PPP Cilegon, Syihabudin Syibli. Mumu dikalahkan oleh eks Walkot Cilegon, Iman Ariadi yang tak lain adik Ratu Ati. Pada Pilkada Serentak 2020, ia mencoba peruntungan lagi mencalonkan diri maju sebagai Wali Kota via jalur independen menggandeng pesinetron Firman Mutakin alias Lian Firman.

Wakilnya, Firman Mutakin adalah seorang pesinetron yang sering muncul di layar televisi. Firman digandeng Mumu karena punya darah Cilegon. Firman memang lahir dan tumbuh remaja di Cilegon. Firman punya popularitas dan Mumu bermodal kekuatan massa Al-Khairiyah.

Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta

Duet calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Cilegon diusung Partai Berkarya dan PKS. Pasangan ini mendapat dukungan 8 kursi DPRD Cilegon untuk maju di Pilwalkot Cilegon.

Di Cilegon, Helldy dikenal sebagai bos dealer mobil Toyota. Sebelum Berkarya dirundung masalah perebutan Ketua Umum dari Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ke Muchdi Pr, Helldy menjabat sebagai Ketua DPW Berkarya Banten.

Helldy pernah mencalonkan diri pada Pilkada Cilegon 2010 via jalur perseorangan. Ia bertarung bersama Mumu dan Iman Ariadi, tapi kalah. Kini Helldy juga mencoba peruntungan kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Cilegon.

Sanuji, dipilih mendampingi Helldy di Pilwalkot Cilegon. Polisiti PKS itu pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lebak dan DPRD Provinsi Banten. Sanuji saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PKS Banten setelah tak lagi duduk sebagai anggota Dewan.

Iye Iman Rohiman-Awab

Pasangan calon ini diusung 3 partai politik, yakni PAN, Demokrat, dan PPP. Syarat untuk maju sebagai calon Wali Kota Cilegon terpenuhi karena mendapat dukungan 8 kursi di lembaga legislatif.

Iye dikenal sebagai pengusaha dan politisi di Cilegon. Sebelum mencalonkan diri, Iye merupakan politisi Golkar dan pernah duduk sebagai anggota DPRD Cilegon. Lama tak terdengar kiprahnya di dunia politik, Iye kembali muncul ke permukaan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Cilegon.

Pendampingnya, Awab adalah mantan Kasat Intel Polres Cilegon. Awab pensiun dini karena akan maju di Pilwalkot Cilegon. Ia lama bertugas di Polres Cilegon, Awab lama berkecimpung di reserse selama menjadi anggota Polri.

Tak lama setelah pensiun, Awab mulai menapaki dunia politik dengan menjadi anggota partai Gerindra. Ia kemudian didapuk oleh Desmon J Mahesa menjadi Ketua DPC Gerindra Cilegon. Jabatan Ketua DPC disandangnya tak lama. Penyebabnya, Gerindra secara mengejutkan mengusung Sokhidin mendampingi Ratu Ati. Awab melawan keputusan tersebut dengan tetap mencalonkan diri mendapingi Iye. Alhasil, ia didepak dari Ketua DPC Gerindra Cilegon digantikan oleh Sokhidin.

(knv/knv)