Jokowi Ikut Nobar G30S/PKI, Kenapa Gatot Kaitkan Pergantian Panglima TNI?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 15:20 WIB
Jokowi dan Panglima Nobar Film G30S/PKI
Jokowi saat nobar Film G30S/PKI (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaitkan pergantian dirinya sebagai Panglima TNI pada 2017 silam itu terkait dengan perintahnya untuk menonton film G30S/PKI. Ketika itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut menonton film tersebut bersama Gatot yang masih menjabat sebagai Panglima TNI di Markas Korem 061/Suryakancana Bogor, Jawa Barat. Bahkan, Jokowi mengaku telah menonton film tersebut hingga tiga kali.

"Empat setengah jam saya lihat. Ini yang ketiga kalinya," kata Jokowi usai upacara di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (1/10/2017).

Kala itu, suasana nonton bareng film G30S/PKI terlihat santai. Jokowi bahkan sempat membaur dengan warga yang hadir.

Pada Desember 2017, Gatot diganti oleh Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

Kini, Gatot mengaitkan pergantian dirinya sebagai Panglima TNI dan perintah menonton film G30S/PKI. Menurutnya, ada salah seorang politikus PDIP yang mengingatkannya agar tidak melanjutkan perintahnya untuk menonton film G30S/PKI.

Namun, peringatan itu tidak didengar oleh Gatot dan tetap melanjutkan pemutaran film G30S/PKI. Hal itu Gatot ungkapkan dalam sebuah channel YouTube seperti dikutip Rabu (23/9/2020).

"Pada saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, 'Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti'," kata Gatot saat bicara di channel Youtube Hersubeno Point.

"Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti," ujar Gatot.

Terpisah, Politikus PDIP, Effendi Simbolon pun menepis pernyataan Gatot yang menyebut ada anggota PDIP yang mewanti-wanti peringatan akan diganti sebagai Panglima TNI. Effendi mengatakan pergantian pucuk pimpinan TNI merupakan hal yang wajar. Apalagi, saat itu, Gatot memasuki masa purnabakti.

"Enggaklah, enggaklah, kitakan enggak punya penilaian yang subjektif seperti itu, bahwa beliau proses pergantian, proses pergantian itukan proses memang hal yang lumrah karena sudah memasuki masa jelang masa purnabakti ya," kata Effendi di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/20).

(man/man)