Satgas COVID-19: 7% Pasien Corona di Wisma Atlet Tak Keluar dari Rumah

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 21:35 WIB
Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo (kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) dan Menkeu Sri Mulyani (kedua kiri) mengikuti rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020). Rapat tersebut membahas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Pool/wsj.
Doni Monardo (Sigid Kuniawan/Antara Foto)
Jakarta -

Kepala BNPB, yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo meminta masyarakat waspada terhadap virus Corona (COVID-19). Sebab, berdasarkan data dari RS Darurat Wisma Atlet, 7 persen pasien Corona di sana adalah orang yang terus berada di rumah.

"Data dari pasien Wisma Atlet beberapa minggu lalu dilakukan survei, terdapat 7 persen mereka yang dirawat adalah orang yang tidak keluar dari rumah," ujar Doni saat rapat bersama Komisi VIII DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Doni meminta seluruh masyarakat berhati-hati karena, meskipun mereka berdiam di rumah, virus Corona tetap mengintai mereka. Dia mengingatkan agar seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi mereka yang tetap di rumah pun tetap waspada, harus hati-hati. Karena, apabila ada anggota keluarga yang sering keluar dari rumah dan kembali ke rumah tidak memperhatikan protokol kesehatan di rumah, bisa menulari saudaranya yang lain," tuturnya.

"Inilah yang harus tetap kita ingatkan kepada masyarakat bahwa kelompok komorbid harus dipisahkan dari yang bekerja, yang bisa saja terpapar COVID-19, tetapi tidak mengalami gejala apa-apa," imbuhnya.

Selain itu, data lainnya yang disampaikan Doni adalah data kematian akibat Corona. Doni menyebut pasien Corona yang meninggal itu kebanyakan pasien yang memiliki penyakit komorbid. Data tersebut adalah data RS Persahabatan.

"Pada umumnya kasus kematian dialami oleh pasien yang datang ke RS sudah dalam keadaan gejala berat dan kritis. Apabila dalam kondisi ini kemudian dialami oleh pasien memiliki komorbid, sangat kecil penanganan medis dapat menyelamatkan jiwa," jelasnya.

(zap/azr)