Kapolda Papua: Penembak Pendeta Bukan Aparat, Hitadipa Dikuasai 5 KKB

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 22:07 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (dok Polda Papua)
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Foto: dok. Polda Papua)
Jakarta -

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyatakan pelaku penembakan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani bukanlah aparat keamanan. Dia mengatakan Kampung Hitadipa, Intan Jaya, yang jadi lokasi terbunuhnya Pendeta Yeremias, dikuasai kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Tudingan dari berbagai pihak menyebutkan penembakan itu dari TNI-Polri, padahal di situ tidak ada anggota kita, bahkan wilayah itu basis yang ditempati lima kelompok dari KKB," ujar Irjen Paulus Waterpauw dalam keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Dia meminta masyarakat mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat Polri maupun TNI. Dia juga meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang dilontarkan KKB yang mengatakan Pendeta Yeremias ditembak aparat.

Paulus mengatakan TNI-Polri akan menambah anggota di Kampung Hitadipa. Polda Papua telah berkoordinasi dengan pihak TNI. Penyelidikan atas kematian Pendeta Yeremias pun akan dilakukan.

"Saya akan melakukan pertemuan dengan Pangdam Kodam XVII Cenderawasih guna pembahasan permasalahan tersebut, guna mengambil langkah cepat dalam penanganan terhadap kelompok separatis, di mana kita akan fokus penambahan anggota di sana untuk melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB," ungkapnya.

Dia mengatakan ada oknum yang mempolitisasi kasus penembakan Pendeta Yeremias. Isu tersebut sengaja diembuskan menjelang Sidang Umum PBB, yang dimulai besok.

"Ini propaganda yang dilakukan mengingat akan digelarnya sidang PBB, dan kita semua paham tentang itu. Jadi ada beberapa pihak yang mencoba mendramatisasi kejadian tersebut," kata dia.

"Sangat tidak mungkin penembakan tersebut dilakukan oleh aparat TNI-Polri karena kita ketahui bersama bahwa KKB telah menguasai wilayah tersebut. Namun semua kepastian itu akan dilakukan dengan olah TKP dengan mengumpulkan alat dan bukti-bukti," tambah Paulus.

Dia mengatakan beberapa teror yang dilakukan KKB berimbas pada penerbangan maskapai yang enggan mengangkut aparat keamanan TNI-Polri. Maskapai tidak berani mengangkut aparat karena faktor keselamatan.

Dia menilai salah satu faktor yang membuat maskapai penerbangan enggan mengangkut aparat keamanan ialah terkait beredarnya ancaman dan teror yang dilontarkan oleh juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambon. Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik yang viral itu, Sebby menyebutkan prajurit dari TNPN OPM tidak segan-segan menembaki pesawat yang mengangkut aparat keamanan.

(jbr/imk)