Banjir di Rawajati, Warga: Dipasangi Tanggul tapi Tak Berfungsi

Wilda Nufus - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 18:10 WIB
Ketua RW 7 Rawajati, Sari
Ketua RW 7 Rawajati, Sari (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Warga Rawajati RW 7, Pancoran, Jakarta Selatan, mengaku masih kebanjiran meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memasang tanggul di lingkungannya. Warga menyebut tanggul tak berfungsi.

"Sebenarnya kita itu pernah dijanjikan tidak akan banjir kalau tinggian di atas tanggul, kita punya tanggul. Dari bulan Januari kemarin sampai sekarang, tanggul itu belum berfungsi sama sekali," kata Ketua RW 7, Sari (41), kepada wartawan di Rawajati, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2020).

Sari menjelaskan dia dan warga sebetulnya telah menaruh harapan tinggi pada tanggul dan meyakini tidak akan ada banjir di lingkungannya. Namun harapan itu pupus, banjir setinggi 40-50 cm pagi tadi merendam lingkungannya.

"Tapi saya pikir harusnya dengan kondisi kayak begini, kemarin itu kita tidak banjir kalau sesuai dengan pembicaraan dari pihak SDA ya. Tapi saya juga bingung dan ternyata banjir yang waktu itu seperti ini juga, itu 40 cm dengan 50 cm. Itu akhirnya dia merekomendasikan untuk membuat tanggul, ya harusnya kemarin tuh kita tidak kena banjir," tutur Sari.

Sari menyebut pihak Pemprov DKI hanya menaruh tanggul seperti karung-karung di sisi sungai. Sari meminta kepada Pemprov DKI agar merencanakan dengan serius solusi untuk mencegah banjir di Rawajati.

"Saya sih berpikir kenapa harus pakai dolken, pakai dolken yang ditaruh sama apa, karung-karung. Kenapa tidak besi? Kita juga waktu itu pernah juga biar tidak longsor kita dipakai besi," ucapnya.

"Nah, yang ini sekarang kita merasa sudah jadi kumuh, jadi kotor, dan tidak berfungsi gitu. Jadi harus ada yang kalaupun mau melakukan sesuatu diproyeksikannya dengan benar gitu lho, karena yang merasakan kita. Jadi dari bulan Januari sampai sekarang itu kita tidak pernah melihat manfaat dari tanggul itu," sambung dia.

Sementara itu, warga RT 4 RW 7, Wati (55), merasa sedih karena harus mengungsi akibat rumahnya terendam banjir. Wati mengaku sempat khawatir saat diinformasikan Bendung Katulampa memasuki status siaga I.

"Ya terus terang saja, apalagi sekarang lagi COVID. Ya Allah, ada-ada saja. Gimana ini ya. Jangan ada banjir lagi, jangan deh, kasihan saya sudah berumur harus ngungsi, mending kalau rumahnya ada tingkatnya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, wilayah Rawajati tak luput dari banjir setelah hujan deras mengguyur Jakarta dan meningkatnya debit air di Bendung Katulampa. Dua RT di wilayah RW 07 Rawajati terendam banjir setinggi 50 cm.

Dua RT yang terendam banjir yakni RT 03 dan RT 04. Banjir yang menggenang setinggi 50 cm.

(aud/aud)