Pelaku Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersangka

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 17:33 WIB
Poster
Ilustrasi pelecehan seksual (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pihak kepolisian telah meningkatkan status pelaku pelecehan perempuan inisial LNI di Bandara Soekarno-Hatta. Pelaku inisial EF itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Namun Alex belum menjelaskan lebih lanjut terkait pasal apa yang dijeratkan kepada tersangka tersebut.

"Mohon doa semoga bisa cepat kita amankan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut pelaku terindikasi melakukan penipuan. Tersangka mengubah hasil rapid test korban yang reaktif menjadi nonreaktif.

"Karena memang dari keterangan PT Kimia Farma, pemalsuan ini tidak ada. Ini penipuan, bahwa memang hasilnya adalah reaktif. Tapi, karena dia menipu, korban mengatakan bahwa itu nonreaktif. Kalau mengubah itu, harus membayar Rp 1,4 juta dan sudah dilakukan oleh korban dengan mengirimkan transfer melalui e-banking," ujar Yusri.

Seperti diketahui, kasus ini viral di media sosial setelah korban LHI menceritakan kejadiannya itu di akun Twitter. Singkat cerita, korban saat itu hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9).

Korban diminta menjalani rapid test. Korban pun awalnya yakin hasil rapid test akan nonreaktif lantaran dia tidak pernah berada pada komunitas yang terpapar Corona.

Namun, saat hasil rapid test keluar, dia dinyatakan reaktif Corona. Di sinilah korban mengaku mengalami pemerasan dengan dalih data rapid test bisa diganti untuk kepentingan penerbangan.

Singkat cerita, LHI mengaku tetap dipaksa lakukan rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

"Di situ dokternya bilang 'mba, saya kan sudah bantu mba nih, bisa lah mba kasih berapa, saya juga sudah telpon atas sana sini, bisa lah mba kasih', di situ aku kaget dong, yaudahlah karna gamau ribet juga aku tanyain langsung 'berapa?', si dokter jawab 'mba mampunya berapa? Misal saya sebut nominalnya takut nggak cocok' hhh si anj*ng, yaudahlah aku asal jawab 'sejuta?', eh si dokter miskin ini jawab 'tambahhin dikit lah mba' si t*i yaudah karna aku males ribet orangnya, aku tambahin jadi 1,4 juta," tulisnya.

(maa/mea)