Sosialisasi Corona, Doni Monardo Dorong Daerah Manfaatkan Kearifan Lokal

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 15:48 WIB
Surabaya - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat akan membantu penanganan kasus Corona di Jatim. Khususnya di 7 wilayah yang masuk zona merah.
Foto: Faiq Azmi/detikcom
Jakarta -

Sebagian masyarakat berpikir virus Corona (COVID-19) tidak nyata, bahkan ada yang mengatakan konspirasi elite. Kepala BNPB Doni Monardo meminta seluruh Satgas Penanganan COVID-19 di daerah membuat strategi dalam memberikan edukasi.

"Terkait upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang COVID, hal yang krusial adalah gimana berikan kesadaran masyarakat bahwa COVID ini sesuatu yang nyata. Kami coba kerja sama dengan lebih banyak ormas, termasuk memilih orang yang tepat di tiap daerah sehingga masyarakat bisa patuh," kata Doni saat raker bersama Komisi VIII DPR di gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Doni mencontohkan, kerja sama yang sudah terjalin itu ada si daerah Jawa Timur. Pemprov bekerja sama dengan Bonek mensosialisasikan bahaya Corona. Menurut Doni, itu efektif menekan angka kasus di Jatim.

"Alhamdulillah, Jatim kasus meningkat keluar biasa akhir-akhir ini turun. Kami kerja sama dengan organisasi di Jatim. Pelibatan organisasi di daerah punya pengaruh luar biasa. Jangan semua tergantung kebijakan pusat. Daerah punya kearifan lokal. Kalau dioptimalkan, daerah bisa kendalikan dengan baik," ucapnya.

Doni lantas berbicara salah satu cara komunikasi lama yang dinilai mumpuni di kalangan masyarakat, yaitu 'anak durhaka' bagi anak yang tidak patuh pada orang tua. Menurut Doni, daerah perlu membuat strategi semacam komunikasi ini agar warga mematuhi protokol kesehatan Corona.

"Kami dorong punya strategi tepat. Di kampung saya, kalau orang tua kita sampaikan sesuatu dan kita tak patuh, orang tua bilang begini: 'nanti kamu jadi anak durhaka'. Sepotong kalimat itu membuat kita patuh. Kami juga berharap semua daerah itu melihat apa yang kira-kira bisa membuat masyarakat itu sadar bahwa COVID itu nyata, COVID ini ada, COVID ini sangat berbahaya bagi mereka yang rentan," tegas Doni.

Dia pun mengingatkan bahaya Corona di tengah masyarakat. Dia meyakinkan Corona itu sangat berbahaya.

"Mohon maaf, bahasanya agak kasar di sini, tapi kita harus jelaskan bahwa COVID ini sangat berbahaya. Melepas masker di tempat kerumunan atau menggunakan masker dengan cara tak tepat atau lepas masker menyiapkan diri untuk terpapar COVID," tutur Doni.

(zap/maa)