Eks Napi Korupsi di Timses Bobby, Arteria: Itu Bapaknya Orang Medan!

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 14:44 WIB
Arteria Dahlan (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Foto: Arteria Dahlan (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Jakarta -

Politikus PDIP Arteria Dahlan mengaku tidak keberatan dengan penunjukan mantan narapidana korupsi, Abdillah, ke dalam tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Arteria menilai Abdillah merupakan sosok dan figur masyarakat Medan.

"Saya mengenal baik figur Pak Abdillah. Pak Abdillah itu figurnya orang Medan, tokohnya orang Medan, termasuk juga Bapaknya orang Medan. Jadi kalau Bobby memilih Pak Abdilah itu adalah suatu pilihan yang sangat tepat. Karena memang Pak Abdillah itu salah satu figur yang menjadi tokoh masyarakat Medan dan ditokohkan," ujar Arteria di MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2020).

Lebih lanjut, Arteria mengatakan tidak ada aturan yang melarang seorang eks narapidana korupsi menjadi tim sukses calon pasangan kepala daerah. Selain itu, Arteria mengaku sudah mengenal Abdillah dengan baik, bahkan ia pernah menjadi tim hukum dari Abdillah.

"Terkait dengan adanya persepsi bahwa kok memasukkan tim sukses yang mantan narapidana korupsi. Pertama dihukum negara itu tidak ada larangan. Yang kedua saya mengetahui betul siapa itu Pak Abdillah. Kebetulan saya salah satu pengacara beliau. Jadi kan paham suasana yang terjadi pada saat itu," ungkap Arteria.

"Tapi saya tidak mau berpolemik di sini tapi saya yakin Pak Abdillah itu salah satu aset. Tidak hanya asetnya orang Medan tapi asetnya bangsa Indonesia," sambungnya.

Arteria juga mengatakan penunjukan Abdillah sebagai timses tidak akan mengurangi suara Bobby di Pilkada Medan. Menurutnya, Abdillah sudah selesai menjalani proses hukum terkait korupsi.

"Sama sekali tidak. Sampai sekarang kita katakan hukum negara tidak melarang tim sukses narapidana. Yang kedua ini narapidana korupsinya sudah dilalui sudah dijalani. Artinya terlahir sebagai pribadi yang sempurna lagi," ucap Arteria.

Sebelumnya, Partai Demokrat mencibir bakal calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang merekrut mantan narapidana korupsi, Abdillah, ke dalam tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Jansen, yang juga Dewan Penasihat Tim Pemenangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi itu mempertanyakan konsistensi Bobby soal pemberantasan korupsi.

"Dengan masuknya Pak Abdillah ini mau tidak mau kalimat-kalimat Bobby yang selama ini selalu nyinggung soal bersih-bersih di Kota Medan telah kehilangan tenaganya. Tak bermakna lagi," kata Wasekjen Demokrat, Jansen Sitindaon, Senin (21/9) malam.

Untuk diketahui, Abdillah merupakan Wali Kota Medan dua periode, yaitu 2000-2005 dan 2005-2010. Namun jabatan di periode kedua Abdillah tidak genap dijalaninya karena urusan hukum pada 2008. Dia terjerat kasus korupsi yang ditangani KPK, yaitu kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penyelewengan dana APBD. Saat itu, Abdillah dijerat KPK bersama-sama dengan wakilnya yang bernama Ramli.

Abdillah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara serta denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan, ditambah wajib membayar uang pengganti Rp 17,8 miliar. Namun hukuman Abdillah dipangkas di tingkat banding hingga dikuatkan pada tingkat kasasi menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan, ditambah uang pengganti Rp 12,1 miliar, dan Abdillah telah bebas pada 2010.

Tonton juga video 'Sandiaga Uno Gabung Tim Pemenangan Bobby Nasution di Pilkada Medan':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)