BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 09:31 WIB
ilustrasi hujan
Ilustrasi Hujan (thinkstock)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan saat ini wilayah Indonesia memasuki masa pancaroba. BMKG memperingatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di berbagai wilayah dalam satu pekan ke depan.

"Menyusul rilis BMKG untuk peringatan kewaspadaan selama pancaroba menjelang masuknya musim hujan 2020/2021 yang telah kami sampaikan pada tanggal 7 September 2020 yang lalu, perlu disampaikan kembali bahwa kewaspadaan terhadap hujan dengan intensitas tinggi tetap perlu terus ditingkatkan," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (22/9/2020).

Guswanto mengatakan, pada Senin (21/9) kemarin, terjadi banjir bandang di wilayah Bogor dan Sukabumi. Banjir bandang ini lantaran hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

"Curah hujan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam (15.00-19.00 WIB) teramati di Citeko," katanya.

"Hujan lebat ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan diperkuat dengan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi). Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat," sambungnya.

Guswanto mengatakan sebelum banjir bandang ini, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca. BMKG mengeluarkan peringatan dini secara berkala dalam rentang waktu 3 jam.

"Terkait kejadian tersebut, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam-an untuk wilayah Jawa Barat sebelum terjadinya banjir bandang pada tanggal 21 September 2020 sebanyak 5 kali mulai dari jam 13.45 WIB hingga 22.50 WIB," jelas dia.

Lebih lanjut, potensi hujan lebat di wilayah Bogor itu secara tidak langsung akan meningkatkan potensi luapan air di aliran Sungai Ciliwung. BMKG mengimbau masyarakat agar waspada.

"Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang/sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran Sungai Ciliwung, sehingga masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi genangan," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2