Round-Up

Protes Sopir Angkot di Tanah Abang Gegara Ditegur Bawa 6 Penumpang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 07:46 WIB
Ditegur karena Angkot Isi 6 Penumpang, Sopir di Tanah Abang Ancam Mogok
Foto: Operasi yustisi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Yogi Ernes/detikcom)

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Syafrin mengatakan untuk beberapa armada angkutan umum memang tidak bisa menemukan angka kapasitas muatan yang sesuai jika berpedoman kepada aturan 50 persen.

"Tentu kita pahami bahwa ada beberapa armada yang jika kita berpedoman dalam aturan 50 persen maka angkanya tidak ketemu. Nggak mungkin yang daya angkutnya tujuh orang kemudian dibagi 50 persen jadi 3,5 orang. Tetap ada pembulatan dan kami lakukan prinsip pembulatan ke atas," jelas Syafrin.

Syafrin mencontohkan lewat moda transportasi angkot. Menurutnya, kapasitas maksimal angkot yang mencapai 11 orang, maka lewat aturan 50 persen tersebut, kapasitas maksimal yang diizinkan berada di kendaraan tersebut adalah 6 orang.

"Jadi kapasitas angkot kan 11 penumpang. Tentu jadi enam orang. Itu udah termasuk sopir. Jadi lima penumpang, satu sopir," jelasnya.

"Nah jadi yang ada itu di sisi sebelah kiri dua penumpang karena biasanya empat penumpang. Di sebelah kanan biasanya enam orang, jadi tiga penumpang. Jadi total ada lima dan satu sopir," sambungnya.

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan menindak 26 angkutan umum, terdiri dari 24 angkot dan 2 bajaj. Para sopir angkutan umum yang melanggar protokol kesehatan itu hanya diberikan sanksi teguran. Namun, jika sopir angkot tersebut kembali melakukan pelanggaran, maka operator yang akan kena denda.

"Mengenai sanksinya sendiri memang di dalam Pergub 79 sanskinya tidak ditunjukkan kepada driver, tapi sanksi ditunjukkan kepada pelaku usaha. Artinya pemilik dari angkutan tersebut," ujar Sambodo.

Halaman

(mei/mei)